Ketua Fraksi Nasdem DPRD NTT, Kasmirus Kolo/foto:Timesntt.comKupang, Tiemsntt.com-Rapat Paripurna penyampaian Pidato satu tahun masa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur NTT dilaksanakan Jumat 20 Februari di ruang sidang paripurna DPRD NTT NTT.
Pada Paripurna tersebut Gubenur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan sejumlah pencapaian yang sudah dilakukan sepanjang memimpin NTT selama kurun waktu setahun.
Menanggapi pidato gubernur, Ketua Fraksi Nasdem DPRD NTT, Kasmirus Kolo menyampaikan beberapa catatan.
Menurut Kasmirus, semestinya pidato tahunan Gubernur dan yang akan disampaikan oleh Perangkat Daerah (PD) dalam LKPJ sama.
“Yang saya khawatirkan saat pidato kelihatannya bagus bagus saja kemudian pada saat penyampaian LKPJ yang disampaikan oleh OPD lain itu artinya ada yang salah di situ,” ujar Kasmirus.
Ia mengatakan jika pidato tahunan gubernur merupakan gambaran semua capaian perangkat daerah.
“Seluruh program beliau yang eksekutornya perangkat daerah. Itu artinya laporan Gubernur adalah laporan perangkat daerah. Tapi kalau nanti saat LKPJ tahun pertama ternyata DPRD membentuk pansus dan mengkritisi kinerja OPD berbeda itu bagaimana,” tegasnya.
Pembuktian di LKPJ
Sementara, soal pidato gubernur Kasmirus menyebut jika ,”Laporan Gubernur ini sepertinya kok baik semua yah. Padahal belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi itu adalah salah satu kontribusi”.
Kasmirus memaparkan jika realisasi Belanja pemerintah hanya 0,58 %, itu artinya APBD yang digunakan oleh pemerintah sedikit sekali.
“Tapi kok capaiannya luar biasa.
Lalu belanja infrastruktur itu minus 0,17 %, itu bagaiman bisa katakan itu berhasil,” kritiknya.
Kasmirus juga menyoroti soal data stunting yang disampaikan oleh gubernur NTT.
“Penurunan angka kemiskinan dan stunting menurut saya Gubernur tidak transparan,” katanya.
Gubenrur dalam pidatonya, demikian Kasmirus, harus membandingkan beberapa tahun sebelumnya baru diliat kecendrungan naik atau tidak.
“Kita tidak bisa melihat hanya dari satu tahun,” katanya.
Soroti Target PAD
Selain itu, Kasmirus, juga menyoroti soal target PAD yang disampaikan oleh gubenrur yakni sebesar 2,8 triliun.
“Gubernur juga tidak melaporkan kepada kota tentang capaian atau progres dari PAD yang sudah ditargetkan 2,8 triliun sekarang kan sudah masuk triwulan pertama 2026,” ujarnya.
Ia menyesalkan pada pidatonya Gubernur tidak menyampaikan pencapaian target PAD.
“Padahal roh nya ada disitu kekuatannya di situ. Kekuatan utama untuk bisa mengeksekusi semua program visi misi gubernur itu ada di anggaran,” pungkasnya.*
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar