Kodi Bangedo, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui distribusi bantuan ternak untuk pemenuhan gizi anak. Pada Kamis (19/6/2025), Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyerahkan langsung bantuan ayam kampung kepada anak-anak kategori stunting di Desa Rada Loko, Kecamatan Kodi Bangedo.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan mendesak yang membutuhkan intervensi menyeluruh. “Stunting adalah masalah serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi penerus. Karena itu, pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, menjadi fokus utama pemerintah daerah,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 426 ekor ayam kampung dibagikan kepada 78 anak penerima manfaat. Bantuan ini merupakan bagian dari program distribusi ternak yang mencakup total 1.260 ekor ayam, 1.332 ekor bebek, dan 165 ekor kambing yang ditargetkan tersalurkan sepanjang 2025 di seluruh wilayah Sumba Barat Daya.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. “Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Pola makan sehat, kebersihan lingkungan, serta pola asuh positif harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Program bantuan ternak ini merupakan kerja kolaboratif lintas sektor yang melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap intervensi ini dapat menjadi langkah konkret dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus mendukung visi Sumba Barat Daya Hebat menuju Indonesia Emas 2045.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar