WhatsApp Channel Banner

Dari Duka Kehilangan Adik, Hana Bangkit Kembangkan Talenta Memasak Jadi Usaha Kantin

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 08:05 0 155 Times NTT

Kupang, Timesntt.com- Kepergian sang adik menjadi titik balik bagi Hana Agsamina Patttypelohi untuk kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara produktif. Berbekal kemampuan memasak, Hana memilih mengembangkan talenta tersebut menjadi usaha kantin di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Kota Kupang.

Sebelum memiliki usaha sendiri, Hana sempat membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, pada 2019, sang adik meninggal dunia setelah terpapar COVID-19. Peristiwa tersebut membuat Hana sempat berhenti berjualan.

Hana kemudian memilih untuk tidak terus larut dalam kesedihan. Ia berpikir untuk memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya dengan membangun usaha sendiri.

“Saya berpikir, daripada duduk-duduk di rumah, lebih baik saya membuat usaha. Kebetulan saya bisa memasak, sehingga saya mulai usaha kantin pada tahun 2023,” ujar Hana.

Sejak mulai beroperasi pada 2023, usaha kantin tersebut terus berjalan hingga sekarang. Meski pendapatan setiap bulan belum selalu stabil, Hana menyebut omzet yang diperolehnya dapat mencapai sekitar Rp2 juta per bulan.

Menurut Hana, kondisi usaha saat ini memang berbeda dibandingkan sebelumnya. Namun, makanan yang dijualnya tetap memiliki pelanggan tersendiri. Bahkan, ketika terdapat penjual lain di sekitar lokasi, pelanggan tetap datang ke kantinnya.

Baca Juga  Dari Kios Sederhana, Ansi Kini Miliki Empat Titik Usaha Berkat Dukungan KUR BRI

“Usaha Mama yang paling diminati. Walaupun penjual lain sudah buka, pelanggan tetap membeli. Kadang jam satu siang sudah tutup karena makanan sudah habis,” katanya.

Dalam sehari, kantin Hana mampu menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras. Untuk menjalankan usahanya, ia juga dibantu oleh dua orang tenaga kerja.

Hana saat ini menyewa tempat usaha dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Dalam mengembangkan bisnisnya, ia memperoleh dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Hana mengaku telah menjadi nasabah BRI selama kurang lebih lima tahun. Ia pertama kali mengajukan KUR sebesar Rp20 juta dengan tenor dua tahun.

Seiring perkembangan usahanya, Hana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp100 juta dan Rp50 juta. Menurutnya, akses pembiayaan melalui KUR sangat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan sekaligus mempertahankan bisnis.

“Saya merekomendasikan masyarakat yang ingin membangun usaha untuk mengajukan KUR karena sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan usaha,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Hana menunjukkan bahwa keberanian mengembangkan potensi yang dimiliki dapat menjadi langkah awal dalam membangun usaha.

Menurut Hery, dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan dan kapasitas usahanya.

Baca Juga  Sekda NTT Kosmas Lana Dorong ASN Bekerja Profesional dan Disiplin

“BRI senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil, agar dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Kisah Ibu Hana menjadi contoh bahwa talenta, keberanian untuk memulai, serta kemauan untuk terus berusaha dapat menjadi modal penting dalam membangun dan mengembangkan usaha,” ujar Hery.

KUR BRI menawarkan sejumlah kemudahan bagi pelaku usaha, di antaranya suku bunga yang relatif rendah, biaya administrasi yang ringan, serta pilihan plafon pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.

Bagi Hana, menjalankan usaha bukan sekadar mencari penghasilan. Kemampuan dan talenta yang dimiliki, menurutnya, merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif.

“Kenapa Tuhan kasih talenta untuk berusaha? Daripada di rumah hanya duduk dan ngerumpi sana-sini, lebih baik kita gunakan talenta yang ada untuk usaha. Dengan berusaha, kita juga bisa mengenal banyak orang,” ungkapnya.

Perjalanan Hana menjadi gambaran bahwa usaha dapat dimulai dari kemampuan sederhana yang dimiliki seseorang. Dengan ketekunan, keberanian mengambil peluang, serta dukungan pembiayaan, usaha kecil pun dapat terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi pemiliknya maupun orang lain.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!