WhatsApp Channel Banner

Gubernur Melki Serukan Distribusi Energi Berkeadilan dari Muscab IX Hiswana Migas NTT

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 03:36 340 Times NTT

Kupang, Timesntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya distribusi energi yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat NTT saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) IX Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) NTT di Hotel Swiss-Belcourt Kupang, Senin (8/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan bahwa sektor minyak dan gas bumi memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, dan pelaku usaha yang tergabung dalam Hiswana Migas perlu terus diperkuat.

Tantangan Distribusi Energi di Wilayah 3T
Gubernur mengakui bahwa distribusi energi di NTT masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kondisi geografis kepulauan, akses transportasi yang terbatas, serta tingginya biaya distribusi menjadi kendala yang harus diatasi bersama.

Menurutnya, diperlukan skema kolaborasi yang mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan tanggung jawab sosial, sehingga pelayanan energi dapat menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Dalam pembangunan berkelanjutan, tentu pihak pengusaha perlu mendapatkan keuntungan yang wajar, tetapi karena sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak, maka fungsi sosial juga harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu mencari formulasi yang adil agar pelayanan energi tetap menjangkau masyarakat di wilayah terpencil,” kata Melki.

Dorong Stabilitas Pasokan BBM dan LPG

Baca Juga  Ketua RT Maulafa Sebut Tak Dilibatkan dalam Penggeledahan Rumah Gama Ferro, Kuasa Hukum Nilai Langgar Prosedur

Menanggapi persoalan distribusi BBM dan LPG yang kerap menjadi perhatian masyarakat, Gubernur meminta dukungan penuh dari Hiswana Migas bersama Pertamina untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar di seluruh wilayah NTT.

Ia juga mengusulkan penguatan kebijakan distribusi LPG agar mampu menjawab kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Ketersediaan energi harus menjadi prioritas bersama karena sangat berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Minyak Tanah Masih Dibutuhkan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan minyak tanah yang hingga kini masih menjadi kebutuhan utama sebagian masyarakat NTT, terutama di wilayah pedesaan dan kepulauan.

Menurutnya, setiap kebijakan konversi energi harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Baca Juga  Jelang HUT ke-64 Bank NTT, Gubernur Melki Laka Lena: Jadilah Jantung Perekonomian dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan

“Ketersediaan minyak tanah harus tetap menjadi perhatian karena masih digunakan oleh banyak keluarga dan rumah tangga di NTT. Apabila ada kebijakan konversi, maka prosesnya harus dilakukan secara terencana dan memastikan masyarakat siap menerima perubahan tersebut,” tegasnya.

Komitmen Dukung Iklim Investasi Sehat

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap berbagai masukan dari pelaku usaha sepanjang sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan sektor energi harus berpedoman pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Harapkan Rekomendasi Strategis dari Muscab

Melki berharap Muscab IX Hiswana Migas DPC NTT dapat melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang mendukung peningkatan pelayanan energi, memperkuat kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha, serta mempercepat pembangunan daerah melalui sektor energi.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur secara resmi membuka Muscab IX Hiswana Migas DPC NTT dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!