WhatsApp Channel Banner

Panggung Rasa dan Usaha di Festival Kopi Kota Kupang

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Des 2025 02:46 125 Times NTT

Kupang, Timesnt.com- Pemerintah Kota Kupang mendukung pengembangan UMKM dan IKM lokal, khususnya sektor kopi, melalui pelaksanaan Festival Kopi Kota Kupang.

Mewakili Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, pada Senin 15/12 secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Sekda hadir didampingi Plt Asisten I Ignasius Lega, Asisten II, Asisten III Yanuar Daly, Kepala Badan Keuangan Daerah Jimi Tunliu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ernest Ludji, serta Kepala Dinas Perindustrian Alfred Lakabela. Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi penegasan nyata dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaku UMKM dan industri kecil menengah di sektor kopi.

Dalam sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang yang sedianya akan hadir langsung, namun berhalangan karena adanya pergeseran jadwal dan kewajiban menghadiri kegiatan lain yang bersifat strategis. Ia juga menyampaikan bahwa Wakil Wali Kota Kupang pada waktu yang sama harus bertolak ke Soe untuk agenda pemerintahan.

“Namun ketidakhadiran beliau tidak mengurangi rasa hormat dan komitmen pemerintah. Kehadiran para asisten dan pimpinan OPD di sini adalah bukti bahwa Pemerintah Kota Kupang sungguh-sungguh mendukung saudara-saudara semua yang bergerak di UMKM dan IKM kopi,” tegas Sekda.

Baca Juga  Jalan Sehat Berhadiah dalam Rangka HUT Partai Golkar di Kupang

Sekda juga menyoroti pelaksanaan festival yang diikuti oleh 10 peserta, meskipun hingga malam pembukaan baru 8 booth yang terisi. Ia berharap seluruh booth dapat segera terisi penuh sebagai bentuk antusiasme dan kepercayaan pelaku usaha terhadap ruang promosi yang disediakan pemerintah.

Menariknya, dalam sambutan yang disampaikan secara komunikatif dan reflektif, Sekda Jefri Pelt mengaitkan kopi dengan filosofi kehidupan dan kepemimpinan. Ia mengaku sebagai penikmat kopi, sebagaimana beberapa pejabat lain yang hadir, dan menekankan bahwa kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol kolaborasi.

“Rasa terbaik dari kopi tidak lahir dari satu unsur saja. Ada kopi, ada gula, tapi yang paling penting adalah orang yang meraciknya. Di situlah makna kolaborasi,” ungkapnya.

Menurutnya, tema festival kopi yang diangkat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong kolaborasi internal dan eksternal dalam membangun kota. Festival kopi tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga membawa pesan penting tentang sinergi, kebersamaan, dan kerja kolektif.

Baca Juga  Provinsi NTT Siap Jadi Pionir Hidrogen Hijau di Asia

“Kegiatan ini bukan hanya soal menikmati kopi yang enak, tetapi tentang memahami bahwa setiap hal baik yang kita nikmati lahir dari banyak tangan, banyak pikiran, dan banyak kerja sama,” lanjutnya.

Sekda optimistis bahwa melalui festival kopi ini, pelaku usaha lokal akan semakin berkembang. Pemerintah Kota Kupang, kata dia, telah dan akan terus menyiapkan berbagai ruang dan tempat strategis sebagai wadah promosi dan penyajian kopi lokal berkualitas, sehingga kopi Kupang dapat memiliki daya saing dan identitas yang kuat.

Menutup sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Doa terbaik kami untuk seluruh peserta. Kami yakin dan percaya, dengan kolaborasi yang kuat, usaha kopi di Kota Kupang akan terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!