WhatsApp Channel Banner

Selama Kurang Lebih Setahun Ini Melki Johni sudah Buat Apa saja ?

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Des 2025 00:54 109 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Kurang lebih setahun menjabat sebagai Gubernur dan wakil gubernur, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma atau dikenal dengan nama Melki-Johni, memaparkan sejumlah program kerja dan juga capaian yang sudah dilakukan

Pada acara Coffe Morning bersama insan pers, Jumat 19 Desember 2025, Gubernur Melki merinci sejumlah program yang sudah dilakukan.

Menurut Melki, dari sebanyak 10 Dasa Cita yang dicanangkan dan sesuai dengan janji saat kampanye, sebagian besar telah berjalan dan menunjukkan hasil nyata di tengah masyarakat.

Dasa Cita pertama, penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village One Product (OVOP), One Community One Product, dan One School One Product, Pemerintah Provinsi NTT telah membangun sembilan NTT Mart yang tersebar di berbagai wilayah.

Gubernur Melki menyebut jika saat ini sudah sebanyak 9 NTT Mart yang sudah diresmikan.

“Nanti akan menyusul Manggarai Timur dan Manggarai,” tukasnya.

Dasa Cita kedua menurutnya, menempatkan milenial dan perempuan sebagai motor kreativitas lokal juga telah dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan.

Sementara, untuk Dasa Cita ketiga, yakni menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal, diwujudkan melalui sejumlah agenda seperti Tour de NTT, Kupang Exotic Run, lomba pohon Natal yang direncanakan menjadi agenda tahunan, serta berbagai kegiatan bertajuk Exotic NTT.

Baca Juga  Makan Malam di Roma dan Agenda Bangun NTT Bersama

Pada Dasa Cita keempat, Pemerintah Provinsi NTT fokus membantu warga kurang mampu melalui jaminan sosial, dengan target membantu sekitar 100 ribu orang melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, program penanganan stunting menjadi fokus Dasa Cita kelima. Pemprov NTT melatih kader posyandu untuk memerangi stunting, dengan beberapa wilayah prioritas, salah satunya Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dan, untuk Dasa Cita keenam, Pemeoc NTT menyebut akan merencanakan pembangunan 10 sekolah vokasi berasrama di seluruh NTT.

“Sekolah ini Memnag mengadopsi konsep sekolah rakyat, di mana peserta didik akan dibekali berbagai keterampilan. Secara khusus, akan dibangun sekolah vokasi garam di Rote Ndao serta sekolah vokasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Flores,” jelas Melki.

“Nanti tahun depan kita asramanya, anak anak akan dilatih untuk bisa mengolah potensi daerah sendiri,” ujarnya menambahkan.

Sedangkan, Dasa Cita ketujuh, pemerintah daerah berkomitmen memaksimalkan anggaran yang ada serta memanfaatkan dukungan anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur.

Melki menyebut jika seluruh jalan provinsi ditargetkan dikerjakan, disertai pembangunan dan pengelolaan air untuk pertanian, peternakan, dan air minum. Selain itu, listrik gratis akan dipasang bagi wilayah yang masih kekurangan akses listrik.

“Program rumah layak huni juga dijalankan, termasuk renovasi rumah dengan anggaran Rp20 juta per unit, yang dapat dikolaborasikan dengan dana desa. Dengan skema tersebut, diperkirakan hingga 31 ribu rumah dapat dijangkau apabila setiap desa membantu minimal 10 rumah,” jelasnya.

Baca Juga  Polda NTT Diminta Lanjutkan Proses Hukum Kasus Tanah di Tuapukan, Penadah harus Diproses

Gubernur menjelaskan jika Dasa Cita kedelapan berkaitan dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melki mengakui bahwa saat ini ruang gerak penggunaan PAD untuk pelayanan publik masih terbatas. Namun, pada tahun 2026, PAD NTT ditargetkan mencapai Rp2,8 triliun, naik signifikan dari target PAD 2025 sebesar Rp1,4 triliun.

“Nanti kalau target ini tercapai, pemerintah daerah akan lebih leluasa meningkatkan pelayanan publik. Ia juga menegaskan bahwa anggaran dari pusat tidak dapat diubah peruntukannya karena sudah ditetapkan secara ketat,” katanya.

Selanjutnya, Dasa Cita kesembilan difokuskan pada reformasi birokrasi, antara lain melalui pembukaan Meja Rakyat sebagai sarana pelayanan dan pengaduan masyarakat. Di sisi lain, percepatan digitalisasi di NTT terus dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Terakhir, Dasa Cita kesepuluh menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan mimpi bersama yang diusung saat Pilkada. Dalam konteks ini, Gubernur Melki menegaskan bahwa salah satu isu utama yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT fokus menyoalkan tunggakan pembayaran pajak kendaraan yang masih tinggi di NTT.

“Kalau semua bayar pajak PAD kita akan sangat tinggi,” ujar Wagub Johny.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!