WhatsApp Channel Banner

Leo Lelo ‘Lupa’ Sapa, Anita Gah Enggan Berjabat Tangan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Okt 2025 15:45 157 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (4/10/2025), berlangsung penuh dinamika.

Di balik semarak acara dan tarian penyambutan Kataga, terselip suasana tegang antara dua figur sentral Demokrat NTT, yaitu Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo, dan anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah.

Ketegangan itu mencuat saat Leonardus Lelo naik ke podium memberikan sambutan resmi.

Dalam pidatonya, Leo menyebut satu per satu nama pejabat partai dan tamu undangan yang hadir, namun tidak menyapa Anita Jacoba Gah, salah satu kader senior Demokrat yang juga anggota DPR RI dari Dapil NTT II.

Sontak Anita Gah meradang dan langsung menyebut dirinya tidak minta dihormati. Dan langsung disambut permohonan maaf dari Leo Lelo, namun tak digubris Anita Gah.

Salah seorang kader Demokrat yang diketahui adik Kandung Anita Gah, Maria Susana, juga ikut meradang dan meneriakkan peristiwa seperti itu sudah terjadi tiga kali.

Baca Juga  Komunitas di Kupang Dilatih Aksi Mitigasi Perubahan Iklim, Berikut ini Pernyataan Sikapnya !

“Ini sudah tiga kali, Ibu Anita diperlakukan begitu,” teriak Maria saat Leo Lelo tengah memberikan sambutan.

Suasana Rakerda yang dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena tampak berubah jadi tegang.

Rakerda yang seharusnya menjadi ajang memperkuat kebersamaan justru diwarnai perang dingin antar elit.

Menurut sumber internal partai, hubungan keduanya memang memburuk sejak beberapa bulan terakhir.

Ketegangan diduga dipicu oleh perbedaan sikap politik menjelang konsolidasi menuju calon Ketua DPD Demokrat NTT periode 2026-2031.

Baca Juga  Siap Menangkan, Anita Gah Pesan Melki-Johni Perhatikan Sektor Pendidikan

Saat foto bersama, Anita Gah juga enggan bersalaman dengan Leo Lelo. Sekretaris Jenderal, E. Herman Khaeron yang coba menyatukan kedua tokoh untuk dipersatukan tapi ditolak mentah-mentah Ibu Anita Gah. Ketegangan keduanya terlihat dari raut wajah.

“Gesekan di antara dua tokoh berpengaruh itu menjadi sinyal kuat bahwa soliditas internal Partai Demokrat NTT kini berada di ujung tanduk,” ungkap sumber itu.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!