Tambolaka, TIMESNTT.COM | Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kembali melangkah maju dalam upaya memperkuat sektor pariwisata daerah. Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ke-3, yang digelar Kamis (20/11), penyusunan Master Plan pengembangan Laguna Waikuri dan Pantai Mananga Aba memasuki tahap pematangan konsep.
Dua destinasi unggulan ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah sebagai ikon wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekologis yang tinggi.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, dalam sambutannya menegaskan pentingnya perencanaan yang terukur, inklusif, dan berbasis keberlanjutan. Menurutnya, pengembangan Waikuri dan Mananga Aba tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi harus menjadi upaya menyeluruh yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan keaslian alam.
“Laguna Waikuri dan Mananga Aba bukan hanya potensi wisata, tetapi bagian dari identitas budaya, kekayaan ekologis, dan sumber ekonomi masyarakat. Master plan ini harus memastikan pengembangan yang terencana, terukur, dan berorientasi pada konservasi, pemberdayaan masyarakat lokal, serta peningkatan kualitas destinasi,” ujar Bupati.
FGD yang dihadiri unsur DPRD, perangkat daerah, akademisi, pengelola hotel, perwakilan maskapai, tokoh budaya, hingga pemerintah desa itu menjadi forum strategis untuk menyelaraskan berbagai perspektif. Diskusi diarahkan pada penguatan desain kawasan, konsep zonasi, model pengelolaan destinasi, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Menurut Bupati, keberhasilan pengembangan dua destinasi unggulan tersebut hanya dapat dicapai jika seluruh pemangku kepentingan bekerja dalam satu visi.
“Kita ingin Waikuri dan Mananga Aba berkembang tanpa kehilangan kelestariannya. Keduanya harus tetap menjadi kebanggaan generasi yang akan datang,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pariwisata dengan tetap mengedepankan kearifan lokal. Infrastruktur pendukung, konektivitas, keamanan wisatawan, dan penguatan branding pariwisata menjadi bagian dari prioritas pembangunan.
Pada bagian akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka FGD ke-3 tersebut dan berharap diskusi yang berlangsung dapat melahirkan dokumen perencanaan yang kuat.
“Semoga forum ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sumba Barat Daya yang hebat, berkarakter, sehat, cerdas, tangguh pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari diskusi-diskusi sebelumnya yang telah memetakan potensi kawasan serta tantangan pengelolaannya. Dengan adanya master plan yang komprehensif, pemerintah berharap pengembangan Waikuri dan Mananga Aba dapat berjalan simultan antara aspek pelestarian dan aspek ekonomi, sehingga kedua destinasi benar-benar menjadi motor baru pariwisata Sumba Barat Daya.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar