WhatsApp Channel Banner

Wali Kota Ingatkan Apartur Pendidikan, Layani Masyarakat dengan Penampilan yang Pantas

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Jan 2026 03:31 18 Times NTT

Kupang, Timesntt.com– Saat Rakor (Rapat Koordinasi) Pengawas serta Kepala Sekolah SD dan SMP di Timor Hotel, Senin 19 Januari 2026, Wali Kota Kupang, dr. Kristian Widodo, menegaskan pentingnya etika birokrasi, etika bertutur, serta etika berpenampilan bagi seluruh insan pendidikan sebagai pelayan publik. Penegasan tersebut disampaikannya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan yang melibatkan pengawas serta kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Kupang, Senin (19/1/2026).

Wali Kota menekankan bahwa sikap dan penampilan aparatur pendidikan merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas pelayanan publik. Menurutnya, sekolah bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi juga cermin nilai dan keteladanan bagi peserta didik serta masyarakat luas.

“Penampilan dan sikap kita mencerminkan kredibilitas dan keseriusan dalam bekerja. Kadang-kadang kita sudah bekerja dengan baik, tetapi karena cara berpakaian, cara duduk, atau sikap dalam melayani tidak mencerminkan profesionalisme, maka persepsi publik bisa menjadi negatif,” ujar Wali Kota.

Baca Juga  Perwali SPBE, Langkah Strategis Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan Kota Kupang

 

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelayanan publik telah memiliki standar dan aturan yang jelas, termasuk dalam hal berbusana. Aparatur pendidikan, kata dia, tidak dibenarkan melayani masyarakat dengan penampilan yang tidak pantas, seperti mengenakan sandal jepit atau kaos, karena sekolah adalah institusi yang menjadi contoh dan rujukan etika bagi generasi muda.

 

“Sebagai pelayan publik, kita harus tampil sopan, rapi, dan sesuai aturan. Sekolah adalah tempat membentuk karakter, maka semua unsur di dalamnya harus memberi teladan,” tegasnya.

 

Kepala SD Inpres Sikumana 2, Adriana Letto, menyatakan bahwa penampilan yang sopan dan pantas merupakan bagian dari tanggung jawab moral aparatur pendidikan. Namun demikian, ia menekankan bahwa penampilan tersebut tetap harus mencerminkan kesederhanaan dan profesionalisme, bukan sekadar ajang pamer.

“Sebagai pelayan publik, kita wajib menunjukkan penampilan yang sopan dan beretika, tetapi tidak berlebihan atau vulgar seolah sedang melakukan show,” ujarnya.

Baca Juga  Buka Car Free Night Wali Kota Tekankan Konsep Warga jaga Warga

 

Hal senada disampaikan Kepala SDK Santo Yosep 2 Naikoten Kupang, Agung Hermanus Riwu, S.Pd. Ia menilai penampilan dan sikap mencerminkan kepribadian serta jiwa seseorang sebagai pelayan publik. Karena itu, ia mendukung penuh penekanan Wali Kota Kupang agar aparatur pendidikan menjaga etika dalam setiap aspek pelayanan.

Selain soal etika dan penampilan, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kejujuran dan akurasi data pendidikan. Ia mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar menyampaikan data sesuai kondisi riil di lapangan.

“Kalau data tidak akurat, maka bantuan yang datang juga tidak akan tepat sasaran. Jangan sekolah yang ada dilaporkan tidak ada, atau yang tidak ada dilaporkan ada,” tegasnya.

Ia berharap, dengan penampilan pelayanan yang profesional serta data pendidikan yang valid dan akurat, setiap kebijakan dan bantuan pemerintah di bidang pendidikan dapat disalurkan secara tepat, adil, dan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah di Kota Kupang.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!