Kunjungan Gubernur NTT ke Tiongkok/foto: dok pribadi Kupang, Timesntt.com-Selama tujuh hari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Tim melakukan kunjungan resmi ke Negara Tiongkok.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menjelaskan jika kunjungan yang dilakukan sejak Tanggal 1 sampai 19 November 2025 Pemerintah Provinsi NTT melakukan Kunjungan resmi ke Republik Rakyat Tiongkok dilaksanakan.
Kunjungan tersebut menurut Melki, merupakan undangan Pemerintah Tiongkok melalui Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar.
“Seluruh biaya perjalanan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Tiongkok,” katanya, Sabtu 22/11.
Menurut Gubernur Melki, agenda ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan, pelatihan kejuruan, kebudayaan, teknologi, pertanian, pariwisata, serta promosi investasi.
Dikatakan Melki, selama tujuh hari, delegasi mengikuti Konferensi Bahasa Mandarin Sedunia 2025, pertemuan dengan pengusaha RRC difasilitasi Dubes RI di Beijing.
“Melakukan audiensi dengan pimpinan Provinsi Jiangxi, mengunjungi universitas mitra, serta mengikuti rangkaian diplomasi budaya di Beijing dan Jiangxi,” uanrnya.
Ia menjelaskan jika kunjungan ini memberi kesempatan bagi NTT untuk mempelajari praktik Tiongkok dalam tata kelola komunitas digital, revitalisasi pedesaan, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Secara khusus, demikian Melki kunjungan ini diarahkan pada;
Pertama, Penguatan kerja sama pendidikan, termasuk perluasan program Bahasa Mandarin, beasiswa, dan pertukaran tenaga pengajar yang sebelumnya telah dibangun bersama JXSTNU, Undana, dan Unhan RI Kampus Belu.
Kedua, Dorongan kemitraan subnasional, seperti penjajakan hubungan provinsi dan kota kembar: Jiangxi–NTT, Nanchang–Kupang, dan Jinggangshan–Belu.
Ketiga, Pembelajaran praktik pembangunan Tiongkok, terutama terkait tata kelola akar rumput di Distrik Honggutan serta model revitalisasi pedesaan di Jinggangshan.
Keempat, Promosi ekonomi dan investasi, termasuk sektor pertanian, energi terbarukan, pertambangan, dan pariwisata berkelanjutan, sejalan dengan visi Tourism Beyond Bali.
“Delegasi dipimpin oleh saya selaku Gubernur NTT, bersama sejumlah pejabat perangkat daerah dan tenaga ahli. Rangkaian agenda mencakup pertemuan dengan Center for Language and Education Cooperation, investor Tiongkok melalui KBRI Beijing, perusahaan industri garam Jiangxi, universitas mitra, hingga pemerintah Provinsi Jiangxi dan Kota Jinggangshan,” katanya.
Kunjungan ini menurutnya, menghasilkan penguatan hubungan strategis yang membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas SDM, pengembangan ekonomi daerah, serta perluasan jejaring internasional NTT. Saya menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh peluang kerja sama demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.*
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar