Tambolaka, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menggelar Rapat Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) tingkat kabupaten, Rabu (22/10/2025), di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya. Rapat tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah, Drs. Etmundus N. Nau, mewakili Bupati Sumba Barat Daya.
Dalam sambutannya, Sekda Etmundus Nau menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan lintas sektor yang membutuhkan kerja bersama. “Upaya penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Kita membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua lini, baik dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, perikanan, pekerjaan umum, sosial, dan terutama peran aktif pemerintah desa serta masyarakat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya intervensi pada masa krusial seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). “Program yang kita jalankan harus berorientasi pada hasil nyata di lapangan. Intervensi harus tepat sasaran, terutama pada seribu hari pertama kehidupan mulai dari ibu hamil, bayi, hingga anak usia dua tahun,” ujarnya.
Sekda juga memaparkan data prevalensi stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya yang masih tergolong tinggi. “Berdasarkan data terkini, angka prevalensi stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya masih berada pada angka 39,2 persen per Juni 2025. Ini adalah angka yang masih tinggi dan membutuhkan perhatian serius kita semua,” katanya. Namun ia tetap optimistis bahwa kondisi tersebut dapat diperbaiki. “Saya yakin dengan kerja sama lintas sektor, kerja keras yang terencana, dan komitmen bersama, kita mampu menurunkannya secara signifikan dalam waktu yang tidak lama,” tutur Etmundus.
Sebelum menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan penanganan stunting sebagai gerakan kolektif. “Mari kita menjadikan setiap desa sebagai ‘Desa Bebas Stunting’. Mari kita kerja dengan hati, turun ke lapangan, mendengarkan masyarakat, dan memastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.
Rapat TP3S ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting di Sumba Barat Daya.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar