
Kupang,Timesntt.com-Pemerintah Kota Kupang terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program perbaikan dan pembangunan rumah layak huni.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 800 Kepala Keluarga (KK) mengajukan proposal bantuan perbaikan rumah. Namun, karena keterbatasan anggaran, Pemkot baru mampu menangani 28 unit rumah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang, Matheus Radjah, Jumat (16/10/2025), menjelaskan bahwa tingginya jumlah usulan menunjukkan kebutuhan besar masyarakat terhadap bantuan perumahan.
“Ada kurang lebih 800 data yang masuk. Namun, hanya 28 rumah yang bisa kami kerjakan tahun ini karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Saat ini, 28 unit rumah tersebut sedang dalam tahap pembangunan. Di beberapa lokasi, pekerjaan masih berada pada pemasangan pondasi dan penyusunan batako. Matheus menyebutkan bahwa seluruh pembangunan ditargetkan selesai pada akhir November 2025.
Ia menegaskan, ratusan usulan lain akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan anggaran berikutnya.
“Usulan masyarakat tetap kami tampung dan akan dibahas pada perencanaan tahun depan. Kita berharap anggaran dapat ditingkatkan agar lebih banyak rumah bisa diperbaiki,” tambahnya.
DPRD Kota Kupang Beri Apresiasi
Program bedah rumah ini mendapat dukungan penuh dari legislatif. Anggota DPRD Kota Kupang Dapil Maulafa, Dance Bistolen, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam membantu warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Program ini sangat membantu masyarakat kurang mampu. Kami di DPRD mendukung penuh agar program seperti ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga,” tegas Dance.
Masukan Tambahan dari Tokoh Masyarakat
Sumber lain, Ketua LPM salah satu kelurahan di Kota Kupang, Yohanes Lodo, ikut menilai bahwa program ini merupakan salah satu intervensi penting pemerintah.
“Kami melihat langsung bahwa masyarakat sangat terbantu. Meski belum semua bisa ditangani, 28 rumah ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir. Harapannya, tahun depan kuotanya bisa ditambah,” ujarnya.
Menurut Yohanes, kebutuhan perbaikan rumah di berbagai wilayah di Kota Kupang masih cukup tinggi, terutama di kawasan padat penduduk.*
Berita ini merupakan kerjasama Advetorial Kominfo kota kupang
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar