Tambolaka, TIMESNTT.COM — Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, meminta Program Mata Rammu tetap dilanjutkan meski masa pelaksanaannya berakhir pada 30 November 2025. Program penguatan layanan PAUD itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di SBD.
“Program ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan demi kemajuan pendidikan PAUD di daerah ini,” ujar Wabup Dominikus melalui Asisten Administrasi Umum Setda SBD, Enos Ekadede, saat membuka diseminasi akhir proyek dan serah terima pengurus Gugus Tugas PAUD Holistik Integratif (HI) di Hotel Sinar Tambolaka, Jumat (28/11/2025).
Program Mata Rammu merupakan kerja sama Yayasan Sumba Integrated Development, William & Lily Foundation, serta Yayasan Amanah Membangun Negeri. Selama 14 bulan pendampingan, program ini menyasar 15 PAUD dan 8 posyandu pada delapan desa di Kecamatan Loura, Kota Tambolaka, dan Kodi Utara.
Menurut Wabup, kondisi sebagian besar PAUD di SBD masih belum memenuhi standar layanan berkualitas, terutama dalam perencanaan pembelajaran, kemitraan dengan orang tua, pemenuhan kebutuhan esensial anak, dan tata kelola lembaga. Program Mata Rammu hadir untuk memperkuat lembaga PAUD dan posyandu agar mampu menerapkan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka secara optimal.
Kolaborasi antarlembaga yang terlibat disebut menjadi kunci untuk mewujudkan generasi emas SBD—sehat, cerdas, ceria, terlindungi, dan berakhlak mulia. Wabup berharap pengurus baru Gugus Tugas PAUD HI dapat melanjutkan upaya penguatan layanan tersebut secara berkelanjutan.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar