WhatsApp Channel Banner

Bangun dari Nol, SMK Efata Obarade Kini Punya 111 Siswa dan Lulusan yang Siap Kerja  

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Mei 2025 03:21 212 FBL

Tambolaka, TIMESNTT.COM | Berdiri sejak tahun 2015, SMK Efata Obarade di Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, terus menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah kejuruan yang menghasilkan lulusan siap kerja.

Di bawah kepemimpinan Melkianus Tamo Ama selama 10 tahun terakhir, sekolah ini berkembang pesat. SMK Efata berada di bawah naungan Yayasan Tunas Timur (Yatutim), dengan dua jurusan utama Pariwisata dan Perhotelan.

“Kami berupaya menyiapkan anak-anak Sumba agar punya kompetensi kerja, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan yang sangat relevan dengan potensi daerah ini,” kata Melkianus saat ditemui di Obarade.

Sejak awal berdiri, SMK Efata sudah memiliki tiga ruang belajar yang merupakan bangunan permanen. Kini, jumlah siswa telah mencapai 111 orang. Ini capaian besar untuk sekolah swasta di daerah terpencil.

“Awalnya kami hanya punya beberapa siswa, sekarang sudah 111. Ini bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kami,” ujar Melkianus.

Tidak hanya itu, lulusan SMK Efata kini telah bekerja di sejumlah hotel berbintang, baik di dalam maupun luar pulau Sumba.

Baca Juga  Bupati SBD Dorong Pelestarian Budaya: 9 Sekolah Terima Alat Musik Tradisional, 13 Kampung Adat Direvitalisasi

“Salah satu kebanggaan kami adalah melihat anak-anak dari kampung bisa bekerja di hotel besar, bahkan sampai ke Bali dan Labuan Bajo,” lanjutnya.

Saat ini, SMK Efata memiliki lahan seluas 2 hektar sebagai aset tetap. Sebelumnya, warga setempat juga sempat menghibahkan tanah seluas 800 meter persegi untuk pengembangan sekolah.

“Dukungan masyarakat sangat besar, mereka hibahkan tanah karena percaya pendidikan bisa ubah masa depan anak-anak mereka,” kata Melkianus.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMP Harapan Tegaskan Data Siswa Sesuai Fakta  

Di atas tanah hibah itu, kini berdiri satu Ruang Praktik Siswa (RPS) yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2021.

Tenaga pengajar pun cukup solid. Saat ini, SMK Efata memiliki 11 orang guru yang aktif mengajar dan mendampingi siswa.

“Kami belum sempurna, tapi kami punya komitmen kuat. SMK Efata adalah wujud perjuangan bersama. Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang semua orang yang percaya pendidikan bisa membawa perubahan,” tutup Melkianus.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

FBL

Pemimpin Redaksi Times Nusa Tenggara Timur

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!