WhatsApp Channel Banner

Hunian Tetap, Bentuk Perhatian Pemerintah bagi Pengungsi Lewotobi Laki-laki

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Mei 2025 06:31 276 Times NTT

Kupang, TIMESNTT.COM-Pemerintah terus menaruh perhatian bagi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

Rapat koordinasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihadiri langsung oleh Letjen Suharyanto pada Kamis 22 Mei 2025 bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Bupati Flotim Anton Doni Dihen serta dinas terkait dilakukan di Kantor Gubernur NTT.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, usai rapat menjelaskan bahwa pembangunan hunian untuk para pengungsi terus menunjukkan kemajuan.

“Langkah-langkah penanganan bencana ini dilakukan secara terpadu. Dalam enam bulan terakhir, sudah terlihat hasilnya. Dua unit hunian sementara sudah selesai dibangun dan telah dihuni oleh masyarakat,” ujarnya.

Letjen TNI Suharyanto mengatakan, “Saat ini, pembangunan memasuki tahap ketiga,”.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya membangun hunian sementara tetapi memperhatikan pengungsi yang relokasi mandiri.

Baca Juga  Orang Manggarai di Kupang Harus Ada dalam Suka Duka

“Beberapa warga yang memiliki lahan sendiri telah membangun rumah secara mandiri. Proses ini kami dukung penuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika pada rapat tersebut, disepakati lokasi pembangunan hunian tetap, yakni di wilayah Dinobol. Seluruh permasalahan lahan dan akses jalan telah diselesaikan.

“Setelah rapat ini, masing-masing kementerian akan mulai menjalankan tugasnya. Kementerian PUPR akan membangun akses jalan, Kementerian PUPR (Perumahan) mengurus pembangunan rumah dan lingkungannya, sementara kementerian lain seperti BUMN, PLN, dan ATR sudah menyatakan kesiapan mereka,” ujarnya.

Suharyanto menegaskan bahwa walau erupsi belum sepenuhnya berakhir, pemerintah tidak tinggal diam.

Baca Juga  Kunker Gubernur NTT ke Malaka, Begini Agendanya

“Status gunung yang masih fluktuatif, bahkan belum pernah turun ke level dua, membuat kita harus hidup berdampingan dengan risiko. Karena itu, jarak aman 7 km dari gunung harus benar-benar dijaga,” katanya.

Sementara, Gubernur Melki Laka Lena memastikan jika Pemprov NTT sejak awal telah mendukung proses penanganan bencana ini.

“Kami sudah memberikan dukungan dana bagi pemerintah Kabupaten Flores Timur, terutama untuk pembelian fasilitas dan logistik. Kami juga terus berkoordinasi dan mendorong percepatan pembangunan di tingkat kabupaten,” kata Gubernur.

Pemerintah, kata Suharyanto menargetkan pembangunan 500 unit rumah di Dinobol, agar para pengungsi dapat segera meninggalkan tenda dan hunian sementara yang saat ini mereka tempati.

“Sebagus apapun hunian sementara, itu tetap hanya sementara. Kita ingin warga tinggal di tempat yang layak dan aman,” tutupnya.*/az

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!