Wali Kota duduk di tikar adat Sabu dan makan makanan khas Sabu/foto:Tiemsntt.comKota Kupang, TIMESNTT.COM-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dikenakan pakaian adat dan Topi adat Sabu saat hadir di Ivent Budaya Etnis Sabu di Kelurahan Air Nona, Kota Kupang, Kamis, 21 Agustus 2025.
Selain pengenaan pakaian adat Sabu, Wali Kota Kupang juga diberikan nama khusus oleh Etnis Sabu di Kelurahan Air Nona yakni Mapolo.
Sebelumnya, sebanyak lima penari wanita remaja menyambut rombongan Wali Kota Kupang, Christian Widodo di Kelurahan Air Nona, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang, Kamis 21 Agustus Sore.
Mereka memakai tenunan dari Sabu lengkap dengan aksesoris lainnya. Diiringi lagu Sabu, mereka menari dengan riang gembira mengarahkan rombongan Wali Kota Kupang untuk memasuki lokasi even budaya etnis Sabu.
Wali Kota Kupang sebelum memasuki lokasi acara disambut dengan pengalungan selendang khas etnis Sabu.
Pada acara even etnis Sabu tersebut terdapat berbagai pameran berbentuk stan yang terdiri dari makanan khas sabu, tenun ikat dan kerajinan tangan.
Acara event budaya etnis Sabu di laksanakan di kediaman Gabriel Gena. Di bagian timur stan-stan warga disediakan panggung.
Diketahui, acara event budaya etnis Sabu ini mengambil tema Miha he pehe Do E,a Heli RI Ngi,a.
Sebelum acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang, Christian Widodo dilakukan doa yang dipimpin oleh Pendeta Venti Sutris Nalle.
Ketua Panitia Maksi Fernandes, menjelaskan jika tujuan dari event budaya etnis Sabu yakni, pertama melestarikan adat budaya sabu di kalangan anak muda, kedua, memperkenalkan pariwisata dan ketiga meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha yang ada di Air Nona.
“Pelaksanaan kegiatan selama dua hari yakni kamis dan Jumat. Semua kegiatan ini bersumber dari dinas pariwisata Kota Kupang,” kata Maksi.
Sementara, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, sebelum membuka kegiatan menyampaikan terimakasih kepada Lurah Air Nona dan warga yang membuat acara tersebut.
“Saya hadir di sini bukan secara fisik tapi simbol sayang terhadap Warga Air Nona. Saya dalam keluarga sabu punya nama yang mereka berikan yakni Ama Bole Belo atau Mabole. Saya datang ke sini seperti pulang ke keluarga,” katanya.
Menurutnya Pemkot Kupang, akan terus mendukung terlaksananya ivent-ivent budaya.
“Kami pemerintah Kota Kupang dukung penuh. Iven begini terus dilakukan agar orang berkumpul dan UMKM bergerak,” tukasnya.
Usai membuka kegiatan secara resmi, Wali Kota Kupang dan beberapa warga Air Nona yang berasal dari Sabu melakukan ritual makan makanan adat Sabu di atas tikar yang sudah siapkan panitia pelaksana.*
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar