WhatsApp Channel Banner

Serena Francis Buka Festival Sepe 2025

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Nov 2025 00:41 107 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, resmi membuka Festival Sepe 2025 yang mengusung tema “The Charm of Weaving in the Soul of the Successor” di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu (1/11/2025) malam.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, para kepala perangkat daerah, pimpinan PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang, perwakilan Bank Indonesia, konsulat negara sahabat Timor Leste, tokoh adat, tokoh agama, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, hingga para penenun dan pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tahunan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata, Dekranasda Kota Kupang, seluruh panitia, para penenun, dan pelaku ekonomi kreatif yang turut mensukseskan kegiatan ini,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang menyerahkan secara simbolis 20 booth UMKM kepada Pemerintah Kota Kupang. Serena menilai langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Terima kasih untuk PT Taspen yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung UMKM. Ini mencerminkan sinergi yang indah dalam membangun ekonomi inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Baca Juga  Perkuat Pendapatan Daerah,Wali Kota Kupang Terbitkan SK Amnesti Pajak, Denda PBB Dihapus

Serena juga menjelaskan bahwa bunga flamboyan merah yang menjadi simbol Festival Sepe tidak hanya melambangkan keindahan, tetapi juga harapan, sukacita, dan kerinduan akan rumah.

“Ketika bunga Sepe mekar di setiap sudut kota menjelang akhir tahun, itu menjadi pengingat bagi anak-anak rantau untuk pulang. Festival ini bukan sekadar menampilkan keindahan, tetapi juga meneguhkan Sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang,” ungkapnya.

Festival Sepe tahun ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Kupang, karena motif tenun Sepe telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Serena mendorong masyarakat untuk bangga memperkenalkan dan menggunakan motif tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Masih banyak yang belum tahu bahwa Kota Kupang memiliki motif tenun sendiri, yaitu motif Sepe. Ini tugas kita semua untuk memperkenalkannya dengan bangga,” kata Serena.

Menurut Serena, penyelenggaraan festival di Taman Nostalgia bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih untuk menghidupkan kembali semangat Sunday Market Buat Orang Kupang  (Saboak), tempat di mana budaya dan ekonomi kreatif berpadu.

Baca Juga  Musda ke XI Golkar NTT, Melki Pamit Ke Jakarta, Alain Lanjutkan di NTT

“Kami ingin menjadikan Taman Nostalgia bukan hanya ruang rekreasi, tapi juga ruang ekonomi rakyat. Pemerintah Kota Kupang bersama dunia usaha dan masyarakat berkomitmen menumbuhkan ekonomi berbasis UMKM,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang berharap Festival Sepe 2025 dapat membawa sukacita, berkat, dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita jadikan setiap helai tenun Sepe sebagai simbol kasih, harmoni, dan kebersamaan, sebagaimana kita membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama bagi semua,” tutupnya sebelum secara resmi membuka Festival Sepe 2025.

Sementara itu, Branch Manager PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang, Peter Laurensius Samosir, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang atas kesempatan yang diberikan kepada Taspen untuk turut ambil bagian dalam Festival Sepe 2025.

“Kami merasa bangga dengan kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang sehingga kami dapat berpartisipasi dalam program yang sangat baik dan kreatif ini,” ujar Peter Laurensius Samosir kepada media.

Peter menambahkan bahwa Taspen berkomitmen untuk terus memperluas peran sosial dan kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan. Semoga ke depan, program seperti ini semakin luas jangkauannya dan mampu membuka peluang-peluang baru bagi Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat untuk membangun bersama-sama,” tukasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!