Mempercepat Lompatan Pembangunan di Sumba Barat Daya
Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Bupati Sumba Barat Daya (SBD) bersama wakilnya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, untuk periode 2025–2030, Ratu Ngadu Bonnu Wulla telah merumuskan dan menjalankan sejumlah program prioritas yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan visi “Membangun Desa, Menata Kota” sebagai salah satu pijakan utama, kepemimpinan ini menunjukkan arah yang jelas: mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, dan pemberdayaan komunitas lokal.
Elektrifikasi Menyeluruh: Menerangi Bumi “Loda Wee Maringi Pada Wee Malala”
Salah satu target besar pemerintahan Ratu Wulla adalah mewujudkan 100 persen akses listrik di seluruh wilayah SBD menjelang akhir masa jabatannya. Saat ini, cakupan elektrifikasi baru mencapai sekitar 65 persen, Untuk mempercepat perluasan akses listrik, pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk pemasangan meter listrik baru dan memperkuat jaringan, baik melalui PLN maupun tenaga surya (PLTS) di wilayah pedalaman.
Ambisi ini bukan sekadar simbol pembangunan modern, tetapi bagian dari motto kabupaten: “Loda Wee Maringi Pada Wee Malala” tanah dan langit yang diberkati, dan penduduknya hidup dalam damai dan kemakmuran.
Upaya ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terutama Kementerian ESDM, serta kolaborasi dengan PLN lokal. Dalam jangka pendek, rencana pembagian 1.000–1.500 meteran listrik menjadi bagian dari program 100 hari kerja awal pemerintahan.
Reformasi Pemerintahan Desa: Kepala Desa Wajib Berkantor & Sistem Keuangan Digital
Salah satu langkah paling transformasional adalah instruksi tegas dari Bupati agar semua kepala desa berkantor setiap hari di kantor desa, bukan lagi melayani masyarakat dari rumah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keprofesionalan dalam pelayanan publik desa dan memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan administrasi.

Selain itu, Pemkab SBD menggandeng Bank NTT untuk menghadirkan sistem manajemen keuangan desa berbasis digital (CMS – Cash Management System). Melalui sistem ini, setiap transaksi keuangan desa terekam secara real-time, transparan, dan dapat diaudit, mengurangi risiko penyalahgunaan dan memperkuat integritas pengelolaan desa.
Transformasi digital di desa ini tidak hanya soal efisiensi, tetapi bagian dari visi jangka panjang: menjadikan desa sebagai pusat inovasi, mandiri, dan berdaya, sesuai semangat menuju Indonesia Emas 2045.
Kesehatan untuk Semua: Pemeriksaan Gratis dan Puskesmas Unggul
Dalam sektor kesehatan, Bupati Ratu Wulla meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas di SBD. Hingga saat ini 12 dari 16 puskesmas sudah berpartisipasi dalam inisiatif ini, sementara sisanya didorong agar segera terdaftar di aplikasi “SATUSEHAT” milik Kementerian Kesehatan.

Jenis pemeriksaan yang disediakan cukup komprehensif: mulai dari pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, parasit malaria, hingga lingkar perut dan berat badan. Bupati menekankan bahwa inisiatif ini harus dipantau dengan seksama karena terkait dengan potensi pemangkasan dana pusat apabila regulasi aplikasi kesehatan tidak dipenuhi.
Ketahanan Pangan & Pemberdayaan Petani
Untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, Pemerintah Kabupaten SBD menyerahkan 15 unit handtractor kepada 15 kelompok tani. Dukungan ini mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat mekanisasi pertanian lokal, sehingga petani tidak lagi terlalu bergantung pada metode tradisional.

Bupati menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian alat; ada komitmen untuk melakukan pendampingan, monitoring, dan memastikan bahwa handtractor digunakan bersama anggota kelompok secara efektif. Inisiatif ini juga dipandang sebagai kontribusi SBD terhadap swasembada pangan nasional.
UMKM & Ekonomi Lokal: Festival UMKM untuk Pemberdayaan Warga
Untuk mendukung perekonomian lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, Wakil Bupati Dominikus Rangga Kaka membuka Festival UMKM dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-18 Kabupaten SBD. Acara ini bukan sekadar pameran, tetapi refleksi kebijakan strategis: UMKM diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi Sumba Barat Daya.

Dalam sambutannya, Rangga Kaka menekankan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat peran pengusaha lokal melalui pendampingan, jejaring, dan fasilitas agar produk-produk lokal dari kerajinan tenun ikat, kopi, kacang mete, hingga hasil olahan lainnya bisa bersaing di pasar lebih luas.
Pelayanan Publik, Kepemimpinan Desa, dan Tatakelola Pemerintah
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan lokal, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla kembali menegaskan pentingnya kepala desa yang profesional dan akuntabel. Pada Agustus 2025, ia mengukuhkan perpanjangan masa jabatan kepala desa dari 16 desa di 7 kecamatan. Menurutnya, kepala desa harus tidak hanya menjalankan administrasi, tetapi juga proaktif memberikan ide inovatif dan menyumbang gagasan pembangunan agar program-program di tingkat desa bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

Internet & Akses Digital: Menyiapkan Generasi Unggul
Menjadi bagian dari strategi jangka panjang, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla juga menaruh perhatian besar pada akses internet di Sumba Barat Daya. Dalam satu pertemuan dengan pihak BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika), ia menyampaikan kondisi jaringan internet di SBD masih sangat terbatas dan meminta perhatian pemerintah pusat.

Menurut beliau, keterbatasan akses internet menghambat potensi generasi muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, pengembangan diri, dan penghubung ke peluang yang lebih besar.
Semangat Kebangsaan & Persatuan dalam Pembangunan
Momentum peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di SBD menjadi ruang refleksi sekaligus deklarasi semangat pembangunan. Bupati Wulla dalam pidatonya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, menggunakan kemerdekaan sebagai dorongan nyata dalam membangun daerah, mengentaskan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan sosial.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah: sinergi antara eksekutif, legislatif, masyarakat, dan stakeholder lain sangat penting untuk memperkuat ikatan sosial serta menciptakan pembangunan inklusif.
Jejak Nyata Kepemimpinan & Harapan untuk Masa Depan
Apa yang telah dijalankan oleh pemerintahan Ratu Ngadu Bonnu Wulla – Dominikus Alphawan Rangga Kaka bukan sekadar janji kampanye, melainkan langkah nyata menuju transformasi. Dari desa hingga kota, dari listrik hingga kesehatan, dari pertanian hingga UMKM, terjalin satu visi besar: Sumba Barat Daya yang lebih sejahtera, berdaya, dan modern tanpa melepaskan akar tradisi.
Elektrifikasi menyeluruh bukan hanya soal lampu, tetapi soal harapan, masa depan, dan kemandirian. Reformasi pemerintahan desa dan digitalisasi keuangan desa menciptakan transparansi serta akuntabilitas. Kesehatan dasar dijamin melalui layanan pemeriksaan gratis, memperkuat jaringan puskesmas. Pemberdayaan petani dengan alat modern meneguhkan komitmen terhadap ketahanan pangan. Dukungan UMKM lokal membuka jalan bagi ekonomi inklusif dan kreatif. Akses internet dan digital menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk generasi muda. Semangat kebangsaan dan persatuan ditekankan sebagai pondasi moral pembangunan.

Dengan pijakan-pijakan kebijakan ini, Sumba Barat Daya menatap masa depan yang lebih cerah dengan pondasi yang kokoh, dan sekaligus menjaga identitas budayanya.
Advetorial ini dipublikasikan sebagau bagian dari kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar