WhatsApp Channel Banner

Perempuan Mengaku Diintip Saat Mandi Usai Gym di Hotel Aston Kupang, Pertanyakan Rekaman CCTV yang Diduga Hilang

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 01:24 199 Times NTT

KUPANG, TimesNTT.com – Seorang perempuan berinisial E mengaku mengalami peristiwa yang diduga sebagai tindakan pelecehan saat berada di fasilitas gym Hotel Aston Kupang, Selasa (2/6/2026) malam.

E mengaku merasa diintip oleh seseorang yang tidak dikenalnya saat sedang mandi usai berolahraga di pusat kebugaran hotel tersebut. Ia berharap pihak hotel memberikan penjelasan dan tindak lanjut atas laporan yang telah disampaikannya.

Kepada wartawan, Jumat (5/6/2026), E menjelaskan bahwa dirinya datang berolahraga sekitar pukul 19.00 WITA dan menyelesaikan aktivitas gym sekitar pukul 19.30 WITA.

Menurutnya, setelah selesai menggunakan alat treadmill, ia menuju kamar mandi yang berada di area fasilitas gym.

“Sekitar 10 sampai 15 menit saya berada di kamar mandi, saya melihat ada bayangan di bawah pintu. Saat saya memastikan lagi, bayangan itu bergerak. Saya langsung berteriak, ‘Siapa itu?’,” ungkap E.

Ia mengaku, sesaat setelah berteriak, orang yang diduga berada di depan kamar mandi tersebut langsung berlari meninggalkan lokasi.

“Saya mendengar suara langkah kaki menggunakan sepatu olahraga dan suara pintu ditutup,” katanya.

Merasa takut, E segera menyelesaikan aktivitas mandinya dan turun ke bagian resepsionis untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas hotel.

Menurut E, saat melapor dirinya berharap pihak hotel segera mengamankan orang yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian sebelum meninggalkan area gym.

Baca Juga  Ajang Seleksi Atlet Muda, Pemkot Kupang Dukung Penuh Kejurda Atletik 2025

Namun, ia mengaku kecewa karena merasa laporan tersebut tidak langsung ditindaklanjuti sebagaimana yang diharapkannya.

“Malam itu saya diminta menunggu karena CCTV sedang dicek. Sampai sekitar pukul 11 malam saya diminta pulang dengan alasan rekaman CCTV belum bisa diakses,” ujarnya.

Keesokan harinya, E kembali mendatangi hotel untuk meminta perkembangan hasil pemeriksaan. Saat itu ia diarahkan bertemu dengan salah satu manajer serta petugas keamanan dan staf yang menangani sistem CCTV.

Dalam pertemuan tersebut, E mengaku menemukan kejanggalan terkait rekaman kamera pengawas di area gym.

Menurutnya, rekaman pada tanggal 2 Juni, saat peristiwa itu terjadi, tidak tersedia, sementara rekaman pada tanggal sebelumnya maupun sesudahnya masih dapat diakses.

“Yang membuat saya heran, rekaman tanggal 1 masih ada, tanggal 3 juga ada. Tetapi rekaman tanggal 2 saat kejadian justru tidak ditemukan,” katanya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan kondisi salah satu monitor CCTV yang disebutnya tidak berfungsi pada area yang mencakup lokasi gym dan kolam renang.

Sebagai korban, E berharap mendapatkan kejelasan atas laporan yang telah disampaikan serta adanya langkah konkret dari pihak hotel.

“Saya memilih menjadi member gym di sana karena percaya dengan fasilitas dan keamanannya. Karena itu saya berharap ada penjelasan yang jelas dan saya mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Baca Juga  Sinergi KUB Bank NTT dan Bank Jatim Diproyeksikan Perkuat Ekonomi Daerah

Sementara itu, salah satu staf Hotel Aston Kupang, Marla, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari E pada malam kejadian.

Menurut Marla, saat melapor, E tampak dalam kondisi takut dan menyampaikan bahwa dirinya merasa diintip ketika sedang mandi setelah berolahraga.

“Saya menanyakan apakah ibu melihat langsung pelakunya, tetapi beliau mengatakan hanya melihat bayangan dan tidak melihat secara jelas siapa orangnya,” kata Marla.

Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, dirinya langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk melakukan pengecekan dan tindak lanjut.

Marla juga mengaku telah meminta bantuan petugas housekeeping yang saat itu bertugas di sekitar area kolam renang dan gym untuk mencari informasi tambahan terkait kejadian tersebut.

Terkait permintaan pemeriksaan CCTV, Marla mengatakan pihak hotel berupaya melakukan pengecekan, namun harus berkoordinasi dengan petugas yang bertanggung jawab terhadap sistem pengawasan tersebut.

“Saya memang mengetahui ada beberapa CCTV yang berfungsi dan ada yang tidak berfungsi, tetapi saya tidak mengetahui secara detail titik-titiknya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, E masih berharap mendapatkan penjelasan resmi dan hasil investigasi dari pihak Hotel Aston Kupang terkait dugaan peristiwa yang dialaminya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!