Kupang, Timesntt.com- Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Akibat tindakan keji KKB tersebut menewaskan tiga orang yakni Aprida Rapi (49) โ ASN, menjabat Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia merupakan alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), drh. Alfonsius Albinus Mehan (35) โ dokter hewan yang bertugas di lingkungan Pemkab Jayawijaya. Ia disebut berasal dari Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dan Willi Mbuik (24/25) โ CPNS Kabupaten Jayawijaya. Ia disebut berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pemerintah Provinsi NTT mengutuk penembakan yang dilakukan oleh KKB di Jayawijaya terhadap tiga anak bangsa yang dua diantaranya berasal dari NTT. Itu betul betul melukai kemanusiaan kita dan kebangsaan kita,” ujar Gubernur Melki, Kamis 10/09.
Apapun yang menjadi alasan KKB, menurut Melki, melakukan hal demikian itu tidak bisa dibenarkan, apalgi anak anak ini lagi melaksanakan tugas kemanusiaan.
“Justru membantu warga masyarakat Papua untuk mendapatkan haknya yakni makanan. Tentu ini sangat kita kutuk. Kami meminta aparat keamanan untuk mengejar dan menangkap serta proses hukum,” tegasnya.
Melki berharap agar kejadian kehidupan seperti ini tidak boleh terulang lagi.
“Jangan dibiarkan kasus kasus semacam ini terjadi lagi di Papua,” katanya.
Menurutnya, jenazah korban penembakan asal NTT akan diterima secara resmi oleh pemerintah provinsi NTT di Kupang.
”Besok jenazah akan tiba di Kupang dan akan dijemput oleh pemerintah provinsi NTT. Saya mewakili Pemprov NTT menyampaikan turut berduka cita mendalam bagi keluarga korban. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita,”
“Ketika anak anak ini membantu di Papua seharusnya mereka mendapatkan keamanan dan tidak diintimidasi. Sebagai anak muda saya berharap kita belajar dari dua anak yang gugur ini. Demi kemanusiaan mereka bertugas di daerah yang rawan dan tidak mudah,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan