SBD, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan komitmennya dalam menjangkau masyarakat terpencil melalui penyaluran Bantuan Stimulan Tahap I Program Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Mali Mada, Kecamatan Wewewa Utara, Rabu (10/6/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, bersama pejabat daerah serta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada Sumba Barat Daya sebagai lokasi pelaksanaan program nasional. “Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah simbol kehadiran negara dan bentuk nyata gotong royong untuk membuka akses perubahan bagi saudara-saudari kita yang hidup dalam keterisolasian,” ujar Bupati.
Program KAT tahun 2025 menargetkan tiga desa sebagai lokasi pelaksanaan, yaitu Desa Dangga Mangu, Desa Mali Mada, dan Desa Waihola. Bantuan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan, kemandirian, serta akses sosial-ekonomi bagi komunitas adat terpencil yang selama ini terbatas dalam mendapatkan pelayanan publik.
Bupati menekankan bahwa program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di wilayah terpencil. “Kehadiran kita di sini adalah wujud komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga, di manapun mereka berada, merasakan perhatian dan manfaat dari pembangunan,” tambahnya.
Acara berlangsung khidmat dengan penyerahan bantuan simbolis kepada perwakilan warga, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses perubahan dan mendorong pemberdayaan masyarakat adat terpencil di Sumba Barat Daya.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar