WhatsApp Channel Banner

Pemkab Sumba Barat Daya Gandeng JF Course Tingkatkan SDM Pariwisata

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Des 2025 13:55 69 FBL

Tambolaka, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memperkuat upaya pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Bahasa Asing James Forst Course. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dan Kepala BLKK JF Course, Lambertus James Dima, di Waitabula, Selasa (2/12/2025).

Bupati Ratu Wulla mengatakan Sumba kini menjadi destinasi yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus dikenal sebagai salah satu pulau terindah di dunia. “Citra positif ini menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, perkembangan pariwisata menuntut SDM yang siap bersaing, terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan bahasa Inggris generasi muda SBD masih terbatas. Karena itu, kerja sama dengan JF Course menjadi langkah konkret memperkuat kapasitas SDM desa-desa wisata. “Generasi muda tidak boleh menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata daerah,” tambah Bupati.

Baca Juga  Gerindra Resmi Serahkan SK B1-KWK untuk Paket Rakyat di Pilkada Sumba Barat Daya

Kerja sama tersebut akan berlangsung lima tahun, mulai 2026, dengan sasaran 36 desa yang memiliki potensi wisata unggulan. Pada tahap pertama, pelatihan digelar di lima desa: Moro Manduyo, Pero Konda, Watukawula, Radamata, dan Karuni. Program ini juga terintegrasi dalam RPJMD SBD 2025–2030 dan Renstra Dinas Pariwisata.

Kepala JF Course, Lambertus James Dima, memastikan lembaganya siap melatih SDM desa berbasis kebutuhan industri pariwisata. “Pelatihan ini mengedepankan penguasaan bahasa Inggris pariwisata. Tujuannya agar generasi muda mampu menjadi tuan di kampung sendiri dan mengelola sektor wisata secara profesional,” katanya.

JF Course juga tengah mempersiapkan pembangunan Kampus Pariwisata Terapan di Waitabula yang ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada April 2026. Kampus ini akan fokus pada pembelajaran praktis dan kesiapan kerja. “Ini bagian dari tanggung jawab moral kami untuk membangun SDM SBD yang unggul,” ujar Lambertus.

Baca Juga  Sosialisasi OPLAH di Wewewa Timur, Bupati Wulla Tekankan Dukungan Penuh bagi Petani

Bupati Ratu Wulla menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan kesiapan SDM menjadi kunci kemajuan pariwisata daerah. “Pembangunan kampus pariwisata sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun SDM unggul menuju pariwisata SBD yang hebat. Masyarakat harus memanfaatkan peluang ini,” kata Bupati.

Dengan kolaborasi jangka panjang ini, Pemerintah SBD berharap generasi muda dapat memperkuat kapasitas diri dan ambil bagian dalam pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

FBL

Pemimpin Redaksi Times Nusa Tenggara Timur

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!