WhatsApp Channel Banner

Bupati SBD Tegaskan Komitmen Bersihkan Dunia Pendidikan dari Praktik Tidak Etis

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Des 2025 05:31 28 FBL

Weelonda, TIMESNTT.COM — Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, memimpin rapat koordinasi untuk menegaskan komitmen membersihkan dunia pendidikan dari praktik tidak etis, Rabu (18/6/2025), di Aula Roo Lua – Kererobo, Desa Weelonda.

Rapat dihadiri pengawas, kepala sekolah PAUD, SD, SMP, pengelola PKBM, Inspektur Inspektorat, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para tamu undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah kabupaten untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan pendidikan demi mewujudkan visi pendidikan 2025–2030.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme. “Saya minta kepada seluruh satuan pendidikan untuk terus memberikan pelayanan yang bermutu, profesional, dan berkeadilan, baik di tingkat PAUD, SD, maupun SMP. Tidak boleh ada diskriminasi antar sekolah. Jangan bermain proyek, dan jangan ada pungutan liar,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati SBD Terima 26 Alumni LPDP untuk Program Pengabdian: Dorong Desa Wisata Berkelanjutan

Bupati juga memperingatkan agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan wewenang demi keuntungan pribadi atau kelompok. “Sekolah bukanlah objek ‘sapi perah’. Bila terbukti ada ASN maupun pihak satuan pendidikan yang melakukan praktik seperti ini, saya tidak segan membawa mereka ke ranah hukum,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menegaskan tanggung jawab guru dalam mendidik. “Guru yang lalai terhadap anak didik dan abai dalam menjalankan peran mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pantas menerima penghargaan, justru akan dikenai sanksi disiplin sesuai aturan,” katanya. Ia juga mengingatkan agar transparansi data dijaga. “Jangan ada manipulasi atau mark up jumlah siswa hanya demi memperbesar dana BOS. Ini bisa menjadi persoalan hukum yang serius,” tambahnya.

Bupati menegaskan, sekolah bukanlah tempat mencari laba. “Kalau ingin cari untung, dirikan perusahaan. Sekolah bukan tempat mencari laba, tetapi tempat membentuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya menutup arahannya.

Baca Juga  Wakil Bupati SBD Tinjau Lokasi PLTMH Lokomboro untuk Dukung Energi Terbarukan

Rapat koordinasi ini menjadi momentum memperkuat integritas dan kualitas pendidikan, sekaligus menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bebas dari praktik tidak etis dan menjadi wahana suci dalam mencerdaskan bangsa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

FBL

Pemimpin Redaksi Times Nusa Tenggara Timur

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!