WhatsApp Channel Banner

MBKM Sosialisasi Cyberbullying di SMPS Katolik St. Yoseph Kalasansa Boanio

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Jun 2025 15:03 107 Times NTT

Nagekeo-TIMESNTT.COM-Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital dan membangun ketahanan mental siswa terhadap ancaman kekerasan daring, mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bahaya dan Pencegahan Cyberbullying”.

Sosialisasi itu digelar di SMPS Katolik St. Yoseph Kalasansa Boanio, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Senin (9/6).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti oleh sebanyak 124 siswa dari kelas VII hingga IX. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian acara yang dirancang interaktif dan edukatif.

Sebagai narasumber, Albertus Siku menyampaikan materi mengenai definisi cyberbullying, dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Penyampaian materi dilakukan secara dialogis, dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama siswa.

“Kami ingin para siswa tidak hanya memahami bahaya dari cyberbullying, tetapi juga mampu membangun ketahanan mental dan memiliki keberanian untuk bertindak, termasuk berani melaporkan setiap bentuk perundungan yang dialami atau disaksikan di dunia maya,” ujar Albertus.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPS Katolik St. Yoseph, Margareta Pawe, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya literasi digital dan kesadaran akan kesehatan mental bagi generasi muda di era digital.

Baca Juga  Jalan Sehat Berhadiah dalam Rangka HUT Partai Golkar di Kupang

“Kegiatan seperti ini sangat relevan dan dibutuhkan. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk membekali siswa dengan pengetahuan serta keterampilan dalam menghadapi tantangan di dunia maya,” ujar Margareta.

Sebagai penutup, para siswa diajak menonton film pendek bertema dampak cyberbullying. Film tersebut memberikan gambaran nyata mengenai perundungan, baik secara langsung maupun melalui platform digital, yang bertujuan menumbuhkan empati dan kesadaran kritis di kalangan siswa.

Baca Juga  Bank NTT Bersih dari Politik

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan menjadi bagian dari komitmen kolaboratif antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam membentuk generasi digital yang cerdas, sehat secara mental, dan bertanggung jawab di ruang siber.*/az

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!