Sosialisasi Cyberbullyng di SMPKS St Yosep Kalasan/ foto: dok. Pribadi Nagekeo-TIMESNTT.COM-Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital dan membangun ketahanan mental siswa terhadap ancaman kekerasan daring, mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bahaya dan Pencegahan Cyberbullying”.
Sosialisasi itu digelar di SMPS Katolik St. Yoseph Kalasansa Boanio, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Senin (9/6).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti oleh sebanyak 124 siswa dari kelas VII hingga IX. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian acara yang dirancang interaktif dan edukatif.
Sebagai narasumber, Albertus Siku menyampaikan materi mengenai definisi cyberbullying, dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Penyampaian materi dilakukan secara dialogis, dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama siswa.
“Kami ingin para siswa tidak hanya memahami bahaya dari cyberbullying, tetapi juga mampu membangun ketahanan mental dan memiliki keberanian untuk bertindak, termasuk berani melaporkan setiap bentuk perundungan yang dialami atau disaksikan di dunia maya,” ujar Albertus.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPS Katolik St. Yoseph, Margareta Pawe, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya literasi digital dan kesadaran akan kesehatan mental bagi generasi muda di era digital.
“Kegiatan seperti ini sangat relevan dan dibutuhkan. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk membekali siswa dengan pengetahuan serta keterampilan dalam menghadapi tantangan di dunia maya,” ujar Margareta.
Sebagai penutup, para siswa diajak menonton film pendek bertema dampak cyberbullying. Film tersebut memberikan gambaran nyata mengenai perundungan, baik secara langsung maupun melalui platform digital, yang bertujuan menumbuhkan empati dan kesadaran kritis di kalangan siswa.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan menjadi bagian dari komitmen kolaboratif antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam membentuk generasi digital yang cerdas, sehat secara mental, dan bertanggung jawab di ruang siber.*/az
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar