Bupati SBD Dorong Pelestarian Budaya: 9 Sekolah Terima Alat Musik Tradisional, 13 Kampung Adat DirevitalisasiTambolaka, TIMESNTT.COM| Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (17/11), Bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla menyerahkan bantuan alat musik tradisional kepada sembilan sekolah sekaligus meresmikan program revitalisasi 13 kampung adat.
Program ini diluncurkan untuk memastikan nilai-nilai budaya Sumba terus hidup di tengah arus modernisasi. Di sektor pendidikan, langkah memperkenalkan alat musik tradisional sejak dini dinilai sebagai strategi penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni lokal. Sembilan sekolah penerima bantuan berasal dari jenjang sekolah dasar hingga menengah.
“Alat musik tradisional ini adalah jantung budaya kita. Dengan adanya fasilitas ini di sekolah, kita memastikan bahwa generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga mampu memainkannya dan melestarikannya,” ujar Bupati Ngadu Bonu Wulla dalam sambutannya.
Bantuan mencakup berbagai instrumen khas Sumba seperti gong, tambur, dan alat musik lain yang lazim digunakan dalam upacara adat maupun pertunjukan kesenian. Pemerintah daerah berharap sekolah dapat mengintegrasikan pengajaran musik tradisional secara lebih intensif ke dalam kurikulum.
Di luar sektor pendidikan, perhatian serupa diberikan pada pelestarian infrastruktur budaya. Program revitalisasi 13 kampung adat diarahkan untuk memperkuat ketahanan fisik rumah adat (uma mbatangu) sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Revitalisasi mencakup perbaikan struktur bangunan, atap alang-alang, penataan lingkungan, hingga area upacara seperti kompleks perkuburan megalitik di pusat kampung.
Menurut Bupati, pelestarian kampung adat bukan sekadar menjaga bentuk fisik, tetapi juga menghidupkan kembali ruang budaya sebagai pusat kehidupan sosial masyarakat.
“Dengan memperkuat kampung adat, kita memperkuat identitas kita sebagai orang Sumba. Ini juga menjadi modal penting untuk mendorong pariwisata berbasis budaya,” ujarnya.
Pemerintah SBD berharap sinergi antara pendidikan budaya dan revitalisasi kampung adat dapat menjadi katalis bagi perkembangan daerah. Pelestarian musik tradisional menyiapkan generasi pewaris budaya, sementara kampung adat yang tertata baik diharapkan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Program ganda ini menandai langkah serius pemerintah daerah dalam memastikan bahwa tradisi Sumba tidak hanya dirawat, tetapi juga diwariskan kepada masa depan.***
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar