Tambolaka, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kembali meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan daerah yang ramah dan aman bagi anak melalui Pertemuan Tim Gugus Tugas Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang digelar di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Rabu (28/10/2025).
Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Cristofel Horo, SH, yang hadir mewakili Bupati Sumba Barat Daya. Pada kesempatan itu, ia membacakan sambutan Bupati yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan pencapaian Kabupaten Layak Anak.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan kerja keras seluruh anggota Tim Gugus Tugas, baik dari perangkat daerah, Forum Anak, dunia usaha, maupun masyarakat sipil,” kata Cristofel Horo membacakan sambutan Bupati. “Pertemuan ini adalah bukti nyata keseriusan kita untuk mewujudkan Sumba Barat Daya sebagai daerah yang benar-benar ramah, aman, dan peduli terhadap anak.”
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa anak merupakan aset berharga dan investasi masa depan daerah. Ia menekankan bahwa upaya menuju Kabupaten Layak Anak bukan sebatas pencapaian status, tetapi mandat konstitusi serta kewajiban moral pemerintah dan masyarakat.
“Penetapan dan upaya kita menuju Kabupaten Layak Anak bukan sekadar status atau penghargaan semata, melainkan kewajiban untuk menjamin pemenuhan hak-hak dasar anak,” ujarnya. Hak-hak tersebut mencakup hak sipil, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, hingga perlindungan khusus.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan pertemuan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama. “Predikat KLA yang lebih tinggi adalah target, namun kesejahteraan, keamanan, dan kebahagiaan setiap anak Sumba Barat Daya adalah tujuan utama kita,” tegas Bupati.
Menutup sambutan, Bupati melalui Asisten Pemerintahan menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor akan mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah. “Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras yang tulus, kita dapat mewujudkan Sumba Barat Daya yang kuat, berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pertemuan Gugus Tugas KLA ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah Sumba Barat Daya.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar