Tambolaka, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mengambil langkah cepat merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda hampir seluruh wilayah kabupaten. Pada Kamis (22/8/2025), Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, ST., memimpin langsung Rapat Evaluasi Pengendalian, Pengawasan, dan Penertiban Kelangkaan BBM di Tambolaka.
Rapat tersebut diikuti Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Bagian Perekonomian, unsur Prokopimda, para pimpinan organisasi perangkat daerah, serta para pemilik bisnis BBM di wilayah Sumba Barat Daya.
Bupati Wulla menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat agar persoalan kelangkaan BBM tidak semakin menyulitkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. “Rapat ini kita gelar untuk menjawab keresahan warga masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya atas kelangkaan BBM yang terjadi di hampir seluruh wilayah,” ujar Bupati Wulla.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan kerja sama semua pihak, terutama para pengusaha BBM, untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar praktik-praktik penyimpangan tidak terjadi.
Meski rapat berlangsung tertutup, langkah evaluasi ini menandai komitmen Pemkab Sumba Barat Daya untuk menormalisasi ketersediaan BBM dan menjaga stabilitas pelayanan publik. Pemerintah berharap koordinasi lanjutan dengan pihak pertamina dan aparat keamanan akan mempercepat penyelesaian masalah kelangkaan tersebut.***
| Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT. |
|
Tidak ada komentar