Nagekeo,Timesntt.com-Solidaritas bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus mengalir dari berbagai daerah hingga luar negeri. Dukungan tersebut dihimpun melalui jejaring Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Nagekeo.

 

DPC GAMKI Ende, berkoordinasi dengan Korda GAMKI Flores–Lembata dan DPC GAMKI Nagekeo, menyalurkan bantuan kepada 84 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat RT di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (12/9/2026).

 

Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak. DPC GAMKI Sumba Timur bersama BPC GMKI Waingapu menyumbangkan 24 paket, BPC GMKI Manado sebanyak 24 paket, serta Kaka Boy dari Inggris sebanyak 34 paket sembako.

 

Selain bantuan sembako, IAS Nusantara juga memberikan delapan lembar terpal yang disalurkan untuk Gereja St. Maria Dolorosa Penginanga.

 

Ketua DPC GAMKI Ende, Pieter Th. Tonael, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas lintas daerah yang mempertemukan berbagai pihak dengan masyarakat yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascagempa.

 

“Bantuan datang dari berbagai tempat, tetapi dipertemukan oleh satu kepedulian yang sama. Tugas kami adalah menjaga kepercayaan itu dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Pieter.

Baca Juga  PDIP NTT Turut Rayakan HUT NTT ke 67 Saat Serahkan SK DPC

 

Dalam membangun jejaring solidaritas tersebut, Koordinator Daerah (Korda) GAMKI Flores–Lembata, Ribkah Eleonora Valentina, turut berperan dalam komunikasi dan koordinasi antarcabang serta menghubungkan berbagai pihak yang ingin mengambil bagian dalam respons kemanusiaan di Flores.

 

“Kakak Ribkah banyak membantu menghubungkan dan mengoordinasikan jaringan ini. Tuhan memakai banyak orang menjadi saluran berkat. Solidaritas yang tersebar di berbagai tempat akhirnya dapat dipertemukan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ujar Pieter.

 

Penyaluran bantuan di Nagekeo juga mendapat dukungan aktif dari DPC GAMKI Nagekeo, khususnya Wakil Ketua I Bernadus F.D. Woi. Ia berperan dalam koordinasi lapangan, menghubungkan tim dengan masyarakat serta membantu memastikan distribusi bantuan menjangkau keluarga penerima manfaat.

 

Dari DPC GAMKI Ende, Kabid Organisasi Prinando Peka Yoli turut hadir dan terlibat langsung bersama tim dalam proses penyaluran bantuan.

 

Penyaluran dilakukan di sejumlah titik dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah maupun menyerahkan bantuan kepada perwakilan keluarga. Selain memastikan bantuan diterima, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim untuk mendengar langsung kondisi masyarakat terdampak gempa.

 

Keluarga penerima manfaat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Baca Juga  Warga Korban Gempa Mengaku Terbantu dengan Kebijakan Ambil Dulu, Bayar Kemudian

 

Pieter menegaskan, perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana tidak boleh berhenti setelah fase awal tanggap darurat berlalu.

 

“Gempa terjadi dalam hitungan detik, tetapi memulihkan kehidupan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu solidaritas tidak boleh ikut menghilang ketika perhatian terhadap bencana mulai berkurang,” tegasnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut, yakni DPC GAMKI Sumba Timur, BPC GMKI Waingapu, BPC GMKI Manado, Kaka Boy dari Inggris, IAS Nusantara, Korda GAMKI Flores–Lembata serta DPC GAMKI Nagekeo.

 

“Setiap bantuan adalah kepercayaan. Tugas kami bukan hanya menerima dan menyerahkan, tetapi memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati setiap tangan yang memberi dan setiap orang yang bekerja di lapangan,” tutup Pieter.

 

Solidaritas lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa jarak bukan menjadi penghalang untuk membantu masyarakat terdampak gempa Flores. Dukungan dari berbagai daerah hingga Inggris dipertemukan melalui jejaring kemanusiaan dan diwujudkan dalam bantuan langsung bagi warga yang masih menjalani proses pemulihan.