BORONG, Timesntt.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (10/9/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah kondisi tanggap darurat gempa Flores. Gubernur Melki Laka Lena didampingi Direktur RSUD Borong, dr. Kresensia Nensy, melihat langsung kondisi pelayanan serta situasi pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Kita harus tetap sabar. Saya melihat seluruh penanganan sudah berjalan dengan baik. Pelayanan di sini (di tenda) maupun di dalam gedung harus diatur dengan baik. Para petugas yang menjaga pasien juga harus menjaga kesehatan diri,” kata Melki.

Meski berdasarkan hasil assessment Dinas Pekerjaan Umum, struktur gedung RSUD Borong dinyatakan aman, sejumlah pasien masih memilih menjalani perawatan di tenda rumah sakit.

Pilihan tersebut dilakukan karena pasien masih mengalami trauma dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang hingga kini masih terjadi.

Gubernur mengatakan pemerintah memahami rasa takut dan trauma yang masih dirasakan masyarakat setelah gempa. Karena itu, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan dengan pengaturan yang baik sekaligus memberikan rasa aman kepada pasien maupun tenaga kesehatan.

Baca Juga  RS Pratama Hasil Perjuangan Melki Laka Lena Akan Dibangun, Masyarakat Amfoang Perlu Bangga

Dalam kunjungannya, Melki juga memberikan motivasi kepada seorang pasien penderita kanker bersama suaminya. Ia mengingatkan pentingnya dukungan antara pasangan dan keluarga dalam menghadapi masa sulit.

“Suami dan istri harus saling support. Saling menguatkan. Support pasangan sangat membantu pemulihan,” pesannya.

Selain memastikan pelayanan pasien, Gubernur Melki menegaskan bahwa tenaga kesehatan juga menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTT dalam penanganan bencana.

Menurutnya, tenaga kesehatan berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi yang tidak mudah. Karena itu, kebutuhan dan keselamatan mereka harus menjadi bagian dari penanganan bencana.

“Kita harus memastikan, teman-teman Nakes ini adalah mereka yang berdiri di garda terdepan dalam urusan kesehatan ini juga mendapatkan perhatian. Mereka melayani masyarakat dalam kondisi yang tidak mudah. Karena itu, kebutuhan dan keselamatan tenaga kesehatan harus menjadi bagian dari perhatian kita dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Saat ini, lantai dua dan tiga gedung RSUD Borong belum digunakan untuk pelayanan rawat inap. Pelayanan dimaksimalkan di lantai satu, sedangkan pasien yang masih merasa takut dirawat di dalam gedung ditempatkan di rumah sakit lapangan berupa tenda.

Baca Juga  Gerak Cepat Polri Tanggap Gempa: Siang Kapolda NTT Terbang ke Sikka, Malam Perkuatan Mabes Diberangkatkan ke Lokasi

Rumah sakit lapangan tersebut saat ini memiliki 24 tempat tidur untuk mendukung pelayanan pasien.

Direktur RSUD Borong menjelaskan, pelayanan rumah sakit tetap berjalan meskipun sebagian besar pasien masih memilih untuk tidak menggunakan ruang rawat inap di dalam gedung. Pascagempa, pelayanan bahkan sempat dilakukan di selasar rumah sakit selama empat hari.

Dalam kesempatan tersebut, pihak RSUD Borong juga menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Flores, di antaranya penempatan dokter dan penyediaan fasilitas ortopedi yang memadai.

Kebutuhan tersebut dinilai penting karena dalam situasi bencana pelayanan ortopedi sangat dibutuhkan. Selain dokter spesialis tertentu, rumah sakit juga membutuhkan ketersediaan dokter dan tenaga penunjang untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Dalam kondisi normal, RSUD Borong memiliki kapasitas 119 tempat tidur, dengan rata-rata sekitar 60 pasien rawat inap dan 70 pasien rawat jalan.

Kunjungan Gubernur Melki Laka Lena ke RSUD Borong merupakan bagian dari rangkaian kerja di Flores untuk memastikan penanganan gempa pada masa tanggap darurat berlangsung cepat dan tepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.*