Kupang, Timesntt.com- Pemerintah Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, terus berupaya menangani persoalan sampah di wilayahnya meski hingga kini kelurahan tersebut belum memiliki tempat pembuangan sampah.

Lurah Naikolan Redem Hardi menjelaskan, untuk mengatasi kondisi tersebut, masyarakat bekerja sama dengan Dinas Kebersihan melalui layanan pengangkutan sampah menggunakan truk yang secara rutin berkeliling masuk ke gang-gang permukiman.

“Kalau sampah Kelurahan Naikolan tidak ada tempat pembuangan sampah, tetapi masyarakat kerja sama dengan Dinas Kebersihan yang sopir mobil. Jadi sampah tetap di depan rumah masing-masing, kemudian mobil yang angkut,” jelas Redem.

Menurutnya, pengangkutan sampah dilakukan setiap minggu. Mobil pengangkut berkeliling keluar masuk gang untuk mengambil sampah yang telah disiapkan warga di depan rumah.

“Dia perminggu. Mobil itu keliling keluar masuk gang. Karena Naikolan tidak ada tempat pembuangan sampah, pasti ada sedikit kontribusi untuk truknya,” ujarnya.

Selain mengandalkan layanan pengangkutan, Kelurahan Naikolan juga berupaya mengaktifkan kembali bak sampah yang berada di kawasan Part Gunung Sinae. Bak sampah tersebut merupakan hasil kerja sama dua gereja, namun selama ini belum memiliki susunan kepengurusan yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK).

Lurah Naikolan mengatakan, pada awal masa tugasnya, ia bersama LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, tim kelurahan, serta seluruh pegawai kelurahan dan mahasiswa KKN mendatangi lokasi bak sampah Gunung Sinae untuk berdiskusi dan melihat kondisi secara langsung.

Baca Juga  Anak Pulau Kukusan Bacakan Puisi  untuk Kapolda NTT

Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui bak sampah Gunung Sinae sudah lama tertutup dan sebelumnya telah dilaporkan kepada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup. Namun, pihak kelurahan kemudian diarahkan untuk membentuk kepengurusan melalui SK kelurahan.

“Dengan saya masuk ini belum dibuatkan SK-nya. Sehingga saya berinisiatif bahwa di masa saya ini, saya akan buatkan SK pengurus untuk bak sampah Part Gunung Sinae ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, volume sampah di lokasi tersebut masih relatif sedikit. Selama ini, sumber sampah sebagian besar berasal dari anak-anak di lingkungan part tersebut dan orang tua mereka.

Menurutnya, masyarakat yang mengantar sampah ke lokasi tersebut selama ini tidak dikenakan biaya karena menganggapnya sebagai bagian dari persembahan untuk gereja.

Untuk meningkatkan volume sampah yang dapat dikelola, pemerintah kelurahan berencana membangun kerja sama dengan sejumlah sekolah di wilayah Naikolan. Sekolah-sekolah akan didorong untuk memilah sampah, terutama sampah plastik, sebelum kemudian dikumpulkan dan diangkut ke bak sampah Gunung Sinae.

“Saya janji untuk keliling di sekolah-sekolah, saya bangun kerja sama dimana sekolah memilah memang sampah yang plastik, ditampung nanti yang jemput itu pengurus bak sampah,” ujarnya.

Dalam mendukung proses pengangkutan, Kelurahan Naikolan juga menyiapkan fasilitas berupa motor sampah kelurahan. Kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan apabila pengurus bak sampah belum memiliki kendaraan untuk mengangkut sampah dari sekolah-sekolah.

Baca Juga  Christian Widodo Fokus Tiga Hal Ini pada 100 Hari Kerja

Upaya tersebut dilakukan bersama LPM, Karang Taruna, KIM dan pihak kelurahan dengan mengunjungi sekolah-sekolah untuk membangun kerja sama.

Sejumlah sekolah telah menyatakan kesiapannya untuk memilah sampah dan bekerja sama dalam sistem pengangkutan tersebut. Di antaranya SD Oepura 1, SD Oepura 2, SD Naikoten, dan SMP Negeri 3.

Sementara masih terdapat satu lokasi sekolah yang belum dikunjungi, yakni Sekolah Encip yang memiliki jenjang SD, SMP dan SMA.

Mekanismenya, apabila sampah yang telah dipilah di sekolah sudah cukup banyak, pihak sekolah akan menginformasikan kepada kelurahan atau pengurus bank sampah untuk dilakukan pengangkutan.

Selain persoalan pengangkutan dan pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan di tingkat RW juga terus didorong melalui kegiatan kerja bakti.

Lurah Naikolan mengatakan, kegiatan kerja bakti di setiap RW dilakukan berdasarkan inisiatif masyarakat. Apabila warga berencana melaksanakan kerja bakti, mereka terlebih dahulu menyampaikan informasi melalui grup komunikasi.

“Kalau misalnya mereka mau kerja bakti, mereka info di grup. Kami dari kelurahan turun sama-sama dengan masyarakat di RW itu, ada kerja bakti,” katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kelurahan Naikolan berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat, sekolah, Karang Taruna, LPM, pengurus bak sampah serta perangkat kelurahan.*