KUPANG, Timesntt.com-Pemerintah Kota Kupang menggelar program Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan deteksi dini TB di Gedung Serbaguna Mozes, Kelurahan Fatufeto, Senin (7/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Kupang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini serta pencegahan penyakit tuberkulosis.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Wali Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si., Adi Denny Wonlele, S.T., selaku Kepala Seksi Pemerintahan, Ketenteraman dan Ketertiban (Kasipem Tramtib) Kelurahan Fatufeto, Dinas Kesehatan, serta perwakilan Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Yanuar Dally mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, termasuk TB.
Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan pola makan serta masih mengonsumsi rokok secara berlebihan.
“Kalau makan tidak betul, isap rokok dan kopi, sudah kenyang. Daya tahan tidak ada. Sehingga mudah terkena TBC,” ujar Yanuar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi kebiasaan merokok karena dapat mengganggu kesehatan, terutama organ paru-paru.
“Rokok dikurangi, karena akibatnya akan kena paru,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Angkatan Laut (RS AL) Kupang, Puskesmas Manutapen, dan Tim Medis Dinas Kesehatan Kota Kupang.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki risiko terpapar TB.
Yanuar mengajak masyarakat menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Kupang.
“Targetnya 100 orang,” jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan maupun di dalam rumah.
Ia meminta masyarakat menjaga kebersihan rumah dengan membersihkan sampah dan debu secara rutin agar lingkungan tempat tinggal tetap sehat.
“Di rumah juga harus hidup sehat. Bersihkan rumah dari sampah dan debu agar lingkungan bersih dan di rumah sehat semuanya,” katanya.
Yanuar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan membantu terlaksananya program Tracing TB Terintegrasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus mendorong masyarakat agar hidup lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Sementara itu, Anita, salah satu peserta dalam kegiatan pemeriksaan gratis tersebut, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan pemerintah tersebut sangat membantu masyarakat.
“Terus terang ini sangat membantu kami. Selama ini kan, kami tidak tahu apakah kami ini sehat atau tidak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan upaya Pemerintah Kota Kupang tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah melalui Wali Kota Kupang terhadap kesehatan warganya.
“Saya memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang yang sangat memperhatikan warganya,” pungkasnya.”

Tinggalkan Balasan