Tandatangan kerja sama pengelolaan air bersih Pemkot Kupang dan Pemprov NTT/timesntt.comKupang, Timesntt.com-Kerja sama pengelolaan air bersih yang putus sejak tahun 2023 kembali dihidupkan lagi oleh Perumda Air Minum Kota Kupang dan UPTD SPAM NTT, Jumat 16 Januari 2026.
Kerjasama ini secara resmi ditandatangi pada Jumat 16 Januari 2026 yakni antara UPTD SPAM Dinas PUPR Provinsi NTT dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada saat penandatanganan mengatakan jika atas nama Pemkot Kupang menyampaikan terimakasih atas kerja sama dan kolaborasi tersebut.
“Hari ini Pemprov dan Pemkot memilih berjalan sama sama. Urus air ini bukan hal yang gampang, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin kompleks dan juga kondisi geografis semoga dengan kerja sama ini bisa dijalani dengan baik,” ujar Wali Kota.
Demi mengatasi masalah air minum di Kota Kupang, Wali Kota Kupang mengatakan jika dirinya meminta direktur Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus membenahi fasilitas.
“Saya minta Pak Direktur untuk membenahi SPAM Kali Dendeng. Ada beberapa alat kami sedang perbaiki. Air bukan hanya soal pipa ini juga soal kesehatan. Kalau airnya bagus dan bersih warganya juga akan sehat,” katanya.
Sementara, Gubernur NTT Melki Laka Lena, mengatakan jika masalah air bersih di Kota Kupang adalah Maslaah yang sangat kompleks dan sudah sejak lama.
“Saya lagi dan tumbuh di Kota Kupang kalau soal air ini memang penting di Kota Kupang. Menyelesaikan masalah air ini membantu banyak orang di kota ini. Mudah-mudahan kerja sama hari, kita selesaikan masalah klasik yang sudah berpuluh puluh tahun di kota ini,”
“Kalau bisa atur kerja sama yang baik agar ini menjadi model agar bisa dibuat ditempat lain,” kata Gubernur Melki.
Ia meminta agar Pemkot dan Pemprov harus menjadi role model agar untuk kepentingan publik bisa melakukan kerjasama.
“Wajah NTT itu ada di kota Kupang. Jadi harus dibikin secara baik. Semua OPD saya minta untuk kalau bisa bekerja sama dengan baik,” ujarnya.
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menjelaskan jika sebelumnya kerja sama Pemkot dan Pemprov soal pengelolaan air bersih dihentikan pada Tahun 2023.
Oleh karena kerja sama dihentikan makan beberapa spot di wilayah kota Kupang yang selama ini mendapat sambungan air bersih dari UPTD SPAM NTT dihentikan.
“Setiap saat mereka bertanya kapan kami dapat air, khusus di daerah atau spot spot yang selama ini dilayani oleh pemerintah provinsi NTT namun semenjak kerja sama putus di tahun 2023 mereka tidak dilayani lagi oleh UPTD SPAM NTT. Padahal mereka adalah warga kota yang butuh pelayanan kita,” kata Isidorus.
Dikatakan Isidorus, kerja sama ini bakal menyambungkan kembali pelayanan air bersih bagi warga kota Kupang yang sempat terputus.
“Saya mendorong agar kerja sama ini berjalan. Kami akan mengaktifkan lagi beberapa spot yang selama ini telah terputus,” ujarnya.
Sedangkan, Kepala UPTD SPAM Dinas PUPR NTT, Erasmus Jogo mengatakan jika kerja sama ini sudah dipersiapkan jauh sebelumnya.
“Provinsi dan kota Kupang sudah lepas terlalu lama sedangkan masyarakat butuh air bersih. Hari ini sudah dimulai lagi. Terkait dengan konsepnya nanti seperti kami lakukan sistem tarif yang kami jual ke kota dalam kondisi tarif rendah yang sifatnya flat sehingga kota juga bisa mendapatkan pendapatan,” kata Erasmus.
Menurutnya kerja sama dengan pembagian skema pendapatan bakal menggenjot pendapatan daerah.
“Karena harus bisa membiayai diri sendiri karena saat ini tidak bisa dibiayai oleh APBD sepenuhnya. Untuk bisa membiayai diri sendiri maka kerja sama ini penting dilakukan. Kerja sama ini sudah sejak lama dilakukan tapi terputus sejak Januari 2023. Kita kerja sama selama tiga tahun,” pungkasnya.*
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar