Sikka, Timesntt.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Selasa (8/9/2026)
Menggunakan helikopter BNPB, Gubernur Melki bersama rombongan terbang menuju Palue untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTT, Benny Nahak.
Kunjungan ke Palue merupakan bagian dari rangkaian kerja Gubernur NTT yang selama masa tanggap darurat gempa memilih turun langsung dan berkantor di wilayah Flores. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak mendapat perhatian dan penanganan secara maksimal.
Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah penyerahan santunan kepada warga yang mengalami luka akibat gempa bumi. Sebanyak 34 warga menerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia sebesar Rp5 juta untuk masing-masing korban luka.
Gubernur Melki menegaskan pentingnya kesamaan dan ketepatan data dalam penanganan bencana. Menurutnya, seluruh pihak harus memastikan data korban dan masyarakat terdampak benar-benar terintegrasi agar tidak ada warga yang terlewat dalam proses penanganan maupun penyaluran bantuan.
Data yang sama dan akurat, kata Melki, menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk memastikan setiap korban memperoleh hak dan perhatian yang semestinya.
Selain menyerahkan bantuan dan berdialog dengan masyarakat, Gubernur Melki juga meninjau sejumlah kondisi di lapangan, termasuk tambatan perahu di Palue.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung fasilitas dan kebutuhan masyarakat yang turut terdampak, sekaligus memastikan langkah-langkah pemulihan dapat direncanakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Di hadapan masyarakat, Gubernur Melki memberikan semangat kepada warga Palue agar tetap kuat menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi.
Menurutnya, masyarakat Palue merupakan masyarakat yang memiliki karakter kuat dan tidak mudah menyerah.
“Palue adalah manusia-manusia petarung,” demikian semangat yang disampaikan Gubernur kepada masyarakat.
Perjuangkan Penambahan Armada Feri
Kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau membuat ketersediaan armada laut menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mempercepat mobilisasi bantuan, personel, logistik, dan berbagai material penanganan bencana.
Dalam rapat virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9/2026), Gubernur Melki Laka Lena telah menyampaikan usulan terkait penambahan armada angkutan laut untuk penyeberangan ke Pulau Palue.
Merespons kebutuhan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar seluruh potensi armada laut yang tersedia dapat dioptimalkan melalui koordinasi dengan TNI Angkatan Laut. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti unsur TNI AL yang menyampaikan kesiapan mengoptimalkan kapal yang tersedia.
Salah satu perhatian utama adalah memastikan akses bantuan menuju Pulau Palue.
Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan satu kapal feri ASDP yang dijadwalkan dikirim pada 8 September 2026 untuk mendukung pelayanan dan distribusi bantuan menuju Palue.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Melki Laka Lena atas dukungan dan perhatiannya terhadap masyarakat Palue.
Menurut Juventus, dengan penambahan armada feri tersebut, mobilitas bantuan menuju Palue akan semakin mudah sekaligus membantu menghidupkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya Pulau Palue, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tulus untuk langkah strategis Bapak Gubernur yang memperjuangkan penambahan armada Ferry untuk menghubungkan Pulau Palue dan Maumere,” ujar Juventus.
Ia menilai akses transportasi laut yang lebih memadai sangat penting bagi masyarakat Palue, terutama dalam situasi tanggap darurat dan proses pemulihan pascagempa.
Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak menjadi wujud komitmen bahwa masyarakat tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka, BNPB, serta seluruh pihak terkait terus bersinergi memastikan penanganan darurat dan proses pemulihan berjalan dengan baik.*

Tinggalkan Balasan