WhatsApp Channel Banner

Program Narasemesta Asuransi Jasindo Cegah Stunting untuk Anak-anak dan Ibu Hamil  di Desa Tetaf TTS

waktu baca 3 menit
Jumat, 1 Mei 2026 12:58 10 Times NTT

Kupang, Timesntt.com- Asuransi Jasindo kembali menunjukkan komitmennya dalam  meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Narasemesta. Kali ini, inisiatif tersebut difokuskan pada upaya pencegahan stunting bagi anak-anak dan ibu hamil di Desa Tetaf,  Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Program ini mengusung tema “Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat & Edukasi Pangan Bergizi”, dengan pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan
meliputi edukasi gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sosialisasi pola hidup  bersih dan sehat, hingga penguatan layanan posyandu dan puskesmas untuk deteksi dini risiko stunting.

Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo, Dewi Utari–atau yang akrab disapa Utari dalam keterangan tertulisnya, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Melalui Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk
memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan, sehingga upaya  pencegahan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Utari, 1/05.

Menurutnya, sekitar 150 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum terlibat dalam program ini.

Baca Juga  Kabar Gembira, Gaji Tenaga PPPK di Pemkot Kupang Dibayarkan

Selain  edukasi, Asuransi Jasindo juga menyalurkan bantuan pangan bergizi seperti beras, telur, dan biskuit jagung, serta dukungan kemandirian protein berupa 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.
Untuk memperkuat layanan kesehatan, Asuransi Jasindo juga memberikan bantuan alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, hingga stadiometer.

Di sisi ketahanan pangan, perusahaan juga mendukung masyarakat melalui bantuan alat pertanian seperti
cultivator dan solar dryer.

Utari menambahkan pemilihan Desa Tetaf didasarkan pada tingginya risiko stunting serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” tambah Utari.

Menurut Utari, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Dengan sinergi antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pencegahan  stunting diyakini dapat berjalan lebih efektif.

“Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” tutup Utari.

Tentang PT Asuransi Jasa Indonesia

Asuransi Jasindo merupakan perusahaan asuransi umum dengan kepemilikan 1 lembar saham seri A dwiwarna milik Negara Republik
Indonesia dan 424.999 lembar saham Seri B milik PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Asuransi Jasindo telah berpengalaman selama lebih dari 50 tahun dalam memberikan perlindungan asuransi bagi pelaku bisnis dan masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Jane Natalia dan Simon Kamlasi Tampil Berjas Biru pada Muswil PAN NTT

Serta terbukti tangguh untuk bangkit dari kondisi yang menantang dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan profesional dan terbaik.

Saat ini Asuransi Jasindo fokus pada pertumbuhan bisnis yang profitable dan sustainable baik pada bisnis penugasan pemerintah maupun non pemerintah, serta memperkuat support business untuk memberikan pelayanan prima kepada nasabah.

Asuransi Jasindo juga banyak mendapatkan dukungan reasuradur terkemuka, terutama untuk pertanggungan yang bersifat mega-risk.

Asuransi Jasindo juga senantiasa memegang teguh nilai-nilai budaya AKHLAK, sehingga Asuransi Jasindo melakukan pengembangan terhadap tata kelola dan manajemen risiko melalui penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) agar Perusahaan dapat menjaga Amanah yang dipercayakan oleh setiap tertanggung.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!