WhatsApp Channel Banner

Kolaborasi Hebat Jamda X Pramuka NTT dan Saboak Pemkot Kupang, Ekonomi bergeliat, Berbagai Isu Sosial di Kampanyekan

waktu baca 2 menit
Minggu, 2 Agu 2026 06:27 31 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Ribuan anggota Pramuka memadati jalanan Kota Kupang dalam ajang Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026.

Mengambil rute dari Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan berakhir di Saboak Taman Nostalgia, pawai ini tidak hanya menyuguhkan keanekaragaman budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM serta menjadi panggung penyampaian aspirasi sosial masyarakat.

Karnaval yang dimulai pukul 15.00 WITA hingga 19.00 WITA ini melibatkan sekitar 5.000 peserta. Pawai terdiri dari kontingen Jambore Daerah yang mewakili 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT, serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega dari Gugus Depan (Gudep) se-Kota Kupang.

‎Kehadiran ribuan peserta dan masyarakat yang berduyun-duyun menyaksikan karnaval sepanjang rute Rujab Gubernur hingga Saboak Taman Nostalgia membawa multiplier effect bagi perekonomian lokal.

Area Saboak Taman Nostalgia sebagai titik finish menjadi pusat kegiatan ekonomi mendadak. Puluhan pedagang kuliner, kriya, dan jajanan lokal memanen lonjakan penjualan hingga berlipat ganda dibanding hari biasa.

Baca Juga  Wapres Gibran Kunjungi Rumah Duka Alm. Yustina Lema di Kupang

Tingginya mobilitas peserta dan penonton memberikan dampak positif pada penyedia jasa transportasi lokal dan usaha perparkiran di sekitar rute karnaval.

Karnaval budaya ini membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga menjadi *engine* penggerak ekonomi kerakyatan secara langsung bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Ketua Kwarda NTT Panggung Aksi dan Resolusi Isu Sosial NTT

Selain memamerkan pakaian adat dan tarian daerah dari 17 kabupaten/kota, para peserta memanfaatkan karnaval ini sebagai media kampanye sosial. Setiap kontingen Kwarcab dan Gudep Kota Kupang membawakan pesan moral dan solusi atas berbagai isu strategis:

‎1. Pendidikan & Lingkungan Hidup:Aksi penanganan sampah, literasi digital, serta adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.
‎2. Kesehatan & Isu Pembangunan Daerah:Suara pemuda terkait pencegahan stunting, perlindungan anak, dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal NTT.
‎3. Persatuan dalam Keberagaman: Memperkuat keberagaman budaya sebagai modal sosial pembangunan NTT yang inklusif dan berkelanjutan.
‎Melalui perpaduan pesan sosial dan atribut budaya yang kreatif, Pramuka NTT menegaskan perannya sebagai agen perubahan (agent of change) yang peka terhadap dinamika sosial di daerahnya masing-masing.

Baca Juga  Kepala Desa Tamakh Kabupaten Alor, Digugat ke PTUN Kupang

‎Jambore Daerah NTT 2026 merupakan pesta edukatif lima tahunan bagi Pramuka Penggalang se-Nusa Tenggara Timur. Mengusung semangat kemandirian, kebudayaan, dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter pemimpin masa depan yang berwawasan global dan berakar pada kearifan lokal.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!