WhatsApp Channel Banner

Gubernur NTT Pantau Langsung Korban Gempa di Flores, Pastikan Penanganan Secara Cepat

waktu baca 4 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 09:46 43 Times NTT

Maumere, Timesntt.com – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menewaskan sedikitnya 33 orang dan menyebabkan 23 lainnya luka-luka. Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT turun langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk memantau penanganan bencana.

Setibanya di Maumere pada Sabtu siang, Melki bersama Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, pimpinan DPRD, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak.

 

ā€œHari ini kami dari Forkopimda Provinsi NTT, saat ini memantau penanganan bencana gempa Flores,ā€ kata Melki.

 

Ia mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan korban dan dampak kerusakan berjalan cepat. Koordinasi dilakukan melalui jajaran pemerintah daerah, TNI, dan Polri hingga tingkat kabupaten.

 

ā€œKami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, dan juga kerusakan yang terjadi. Dan kami terus meng-update perkembangan,ā€ ujarnya.

 

Data sementara yang diterima pemerintah hingga saat peninjauan menunjukkan 33 orang meninggal dunia akibat gempa. Korban tersebar di lima kabupaten.

 

Sebanyak tiga orang meninggal di Kabupaten Sikka, satu orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan satu orang di Manggarai Barat.

Baca Juga  Pasca Gempa di Flores GAMKI NTT bikin Gerakan Peduli Flores

 

Adapun 23 orang mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas enam orang di Sikka, 13 orang di Ende, dan empat orang di Manggarai.

 

Melki menegaskan angka tersebut masih sementara. Data dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban di lapangan.

 

Selain menelan korban jiwa, gempa juga merusak sejumlah bangunan dan infrastruktur di berbagai wilayah Flores.

 

Di Sikka, salah satu fasilitas yang terdampak adalah Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ende.

 

Sejumlah ruas jalan yang tertutup longsor akibat gempa mulai ditangani. Pemerintah melalui Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten di wilayah Flores dikerahkan untuk membuka kembali akses yang terdampak.

 

Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi juga dilakukan secara bertahap. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan listrik mulai kembali memperoleh pasokan, sementara jaringan komunikasi perlahan dipulihkan.

 

Melki memastikan pemerintah bersama seluruh unsur Forkopimda akan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat.

 

Di tengah proses pencarian korban, pemerintah juga memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau tidak lagi dapat ditempati.

 

ā€œSekarang ini adalah bagaimana tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan,ā€ kata Melki.

 

Menurut dia, kebutuhan dasar pengungsi, terutama makanan dan minuman, harus segera dipastikan terpenuhi.

 

ā€œMemastikan bahwa makan minum dari seluruh korban yang hari ini mereka mengungsi karena memang rumahnya tidak bisa dipakai, itu harus bisa makan minum dengan baik,ā€ ujarnya.

Baca Juga  Ketika Bank DI Yogyakarta Belajar dari Bank NTT

 

Pemerintah juga memastikan kebutuhan tempat tinggal sementara, termasuk tenda dan selimut, tersedia bagi warga yang membutuhkan.

 

Melki meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana tidak menunggu bantuan dari luar daerah apabila kebutuhan mendesak sebenarnya tersedia di wilayah terdampak.

 

Mengenai kemungkinan penetapan gempa Flores sebagai bencana nasional, Melki mengatakan keputusan tersebut berada di tangan pemerintah pusat.

 

ā€œSekali lagi kami tentu akan membahas itu dengan pemerintah pusat. Karena penentuan bencana nasional itu ada di pemerintah pusat,ā€ katanya.

 

Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, akan menyampaikan kondisi di lapangan berdasarkan data yang ada tanpa melebihkan ataupun mengurangi dampak bencana.

 

ā€œData ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan status itu, biarkan pemerintah pusat yang memutuskan,ā€ ujarnya.

 

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT telah memproses penetapan status bencana provinsi.

 

ā€œKalau usulkan pasti kami bisa usulkan. Tapi sekali lagi kewenangan kami untuk ini menjadi bencana provinsi sudah kami proses, jadi ini sekarang diproses untuk menjadi bencana provinsi,ā€ kata Melki.

 

Pemerintah pusat juga dijadwalkan mengirimkan jajaran terkait untuk melihat langsung kondisi di NTT sekaligus mendukung proses penanganan bencana.

 

Kehadiran Melki bersama Forkopimda di Flores menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemulihan infrastruktur berjalan secara terpadu selama masa tanggap darurat.

 

Pemerintah masih terus memperbarui data korban dan kerusakan seiring proses pencarian dan pendataan berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!