WhatsApp Channel Banner

Pasca Gempa di Flores GAMKI NTT bikin Gerakan Peduli Flores

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 15:11 40 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur mengaktifkan gerakan “GAMKI NTT Peduli Flores” sebagai respons kemanusiaan atas gempa bumi M7,7 yang mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya, Sabtu (15/8/2026).

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Neil Rondo mengatakan, meningkatnya jumlah korban meninggal dan warga terdampak menunjukkan bahwa situasi telah berkembang menjadi kedaruratan kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas dan kerja bersama.

Berdasarkan update BNPB hingga pukul 15.00 WIB/16.00 WITA, sebanyak 38 orang dilaporkan meninggal dunia, 2 orang luka berat, 11 orang luka ringan, dan sekitar 2.000 warga mengungsi.

Korban meninggal sementara tersebar di Manggarai Timur 17 orang, Manggarai 16 orang, Sikka 3 orang, Ende 1 orang dan Manggarai Barat 1 orang. Data masih bersifat sementara karena proses pencarian, pendataan dan verifikasi terus berlangsung.

“Di balik angka 38 itu ada 38 kehidupan, ada keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Karena itu GAMKI tidak ingin berhenti pada ucapan turut berduka. Flores membutuhkan solidaritas yang diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Winston.

Aktifkan Jaringan GAMKI di Flores–Lembata

Sebagai langkah awal, DPD GAMKI NTT mengaktifkan jaringan enam DPC GAMKI di kawasan Flores–Lembata untuk membantu melakukan asesmen cepat terhadap kondisi masyarakat.

Jaringan GAMKI diminta mengidentifikasi korban, warga yang mengungsi, kerusakan rumah dan fasilitas publik, akses jalan, kelompok rentan serta kebutuhan paling mendesak di komunitas terdampak.

Baca Juga  Bank NTT Fokus Transformasi Menyeluruh di Tahun 2026

Menurut Winston, respons kemanusiaan tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan asumsi.

“Prinsip kami sederhana: bergerak cepat, tetapi berbasis data; menolong dengan hati, tetapi tetap terkoordinasi. Jangan sampai semua orang membawa bantuan ke satu titik sementara desa lain yang lebih membutuhkan justru tidak terjangkau,” tegasnya.

DPD GAMKI NTT juga meminta seluruh kader tidak menyebarkan informasi korban yang belum terverifikasi serta tetap mengikuti informasi resmi BNPB, BPBD, BMKG dan pemerintah daerah.

GAMKI NTT Buka Gerakan Solidaritas

Melalui GAMKI NTT Peduli Flores, DPD GAMKI NTT akan menggalang solidaritas keluarga besar GAMKI, gereja, organisasi kepemudaan, mitra dan masyarakat untuk mendukung respons darurat.

Dana dan bantuan yang terkumpul akan diarahkan berdasarkan tingkat dampak dan kebutuhan lapangan yang telah diverifikasi, bukan dibagikan secara merata berdasarkan wilayah.

GAMKI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah, BPBD, gereja dan jejaring kemanusiaan agar bantuan tidak tumpang tindih.

Seluruh penerimaan dan penyaluran bantuan akan dicatat, didokumentasikan dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Prioritaskan Manusia dan Kelompok Rentan

GAMKI NTT menilai fase awal respons harus memprioritaskan keselamatan manusia, korban luka, pengungsi serta kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia dan penyandang disabilitas.

Baca Juga  Pameran Pembangunan di Kupang Diisi Galang Donasi dan Doa Lintas Agama untuk Korban Gempa di Flores

Kerusakan rumah, fasilitas kesehatan dan fasilitas publik serta longsor yang mengganggu sejumlah akses jalan juga membutuhkan perhatian.

Winston mengingatkan bahwa berakhirnya peringatan dini tsunami tidak berarti seluruh ancaman telah berakhir. Masyarakat tetap harus mewaspadai gempa susulan, bangunan yang mengalami kerusakan struktur serta longsor dan runtuhan tebing.

“Flores Tidak Sendiri

DPD GAMKI NTT mengajak keluarga besar GAMKI di seluruh Indonesia, gereja, organisasi pemuda dan masyarakat untuk ikut menopang masyarakat Flores.

“Hari ini jangan hanya bertanya apa yang sedang terjadi di Flores. Mari mengubah pertanyaan itu menjadi: apa yang bisa kita lakukan untuk Flores?”

Menurut Winston, momentum bencana juga menjadi panggilan bagi gereja dan organisasi kepemudaan Kristen untuk menghadirkan iman dalam tindakan kemanusiaan.

“Iman harus menjadi tindakan, kepedulian harus menjadi pertolongan, dan solidaritas harus sampai kepada mereka yang membutuhkan. Tidak peduli apa gerejanya, agamanya, sukunya atau pilihan politiknya—ketika manusia menderita, kita dipanggil untuk hadir.”

Ia menegaskan bahwa GAMKI NTT akan terus memantau perkembangan dan memperbarui respons berdasarkan informasi pemerintah dan laporan jaringan GAMKI di lapangan.

“Flores tidak sendiri. GAMKI NTT hadi, berdoa, bekerja dan melayani.”*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!