WhatsApp Channel Banner

Kepada Pengungsi Gempa di Poka, Gubernur Melki tak hanya bawa Bantuan, juga Beri Penguatan

waktu baca 4 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 01:43 23 Times NTT

Ruteng, Timesntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyerahkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak gempa Flores di Poka, Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Jumat malam, 21 Agustus 2026.

Tidak hanya memberikan bantuan darurat makanan dan minuman, Melki juga berdialog dan memberikan penguatan bagi pengungsi.

 

Melki tiba di Poka setelah bergegas dari Labuan Bajo bersama rombongan dan membawa dua truk bantuan untuk warga.

Bantuan yang diserahkan Pemerintah Provinsi NTT itu terdiri atas 150 karung beras, 150 dos mi instan, terpal, bantal, air minum, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya. Bantuan secara simbolis diterima Romo Endick yang mewakili masyarakat di Aula Paroki St. Fransiskus Xaverius Poka.

 

Kedatangan Melki disambut masyarakat yang berkumpul di aula paroki. Di hadapan warga, Melki tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyampaikan arahan dan penguatan agar masyarakat tetap bertahan menghadapi situasi pascagempa.

 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan setelah Melki mengikuti agenda kunjungan lapangan bersama Komisi IX DPR RI untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa Flores.

 

Melki mengapresiasi kehadiran Komisi IX DPR RI di Flores. Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap percepatan pemulihan fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten yang terdampak gempa.

 

“Mewakili pemerintah dan masyarakat NTT, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan Komisi IX DPR RI di Manggarai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap perbaikan fasilitas kesehatan yang ada di seluruh Flores,” kata Melki.

Baca Juga  JPU Kejari Sumba Timur Tanggapi Eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Delti

 

Dia mengatakan, berdasarkan data pemerintah, terdapat lebih dari 400 fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Fasilitas tersebut mencakup rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu (Pustu).

 

“Data yang kami miliki ada 400 lebih fasilitas kesehatan yang rusak, baik rumah sakit, puskesmas maupun Pustu. Tentu dengan kehadiran Komisi IX ini, perbaikan fasilitas kesehatan bisa dipercepat, khususnya dua rumah sakit yang rusak di daratan Flores,” ujar Melki.

 

Melki mengatakan bantuan untuk korban gempa Flores sebenarnya sudah banyak berdatangan. Namun, persoalan berikutnya adalah bagaimana memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang berada di wilayah pelosok dan sulit dijangkau.

 

Menurut dia, distribusi bantuan ke wilayah terdampak tidak selalu mudah. Karena itu, pemerintah harus memastikan bantuan yang telah tersedia tidak berhenti di pusat-pusat distribusi, tetapi diteruskan hingga masyarakat yang membutuhkan.

 

“Bantuan sudah banyak masuk di Flores, tetapi untuk mendistribusikan bantuan tersebut sampai ke pelosok tidak gampang,” kata Melki.

 

Poka menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam rangkaian distribusi bantuan tersebut. Setelah dari Labuan Bajo, Melki bersama rombongan langsung bergerak menuju Poka dengan membawa dua truk bantuan.

 

Setelah menyerahkan bantuan di Poka, Melki kemudian melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur. Rombongan dijadwalkan menyisir wilayah-wilayah terdampak hingga Maumere, terutama lokasi yang belum mendapatkan bantuan.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan gempa tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh masyarakat di pelosok.

Baca Juga  Gubernur NTT Pantau Langsung Korban Gempa di Flores, Pastikan Penanganan Secara Cepat

 

Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, Melki menyoroti kondisi fasilitas pendidikan yang terdampak gempa.

 

Dia mengatakan sekolah yang mengalami kerusakan akan mendapat penanganan sesuai tingkat kerusakannya. Untuk sekolah yang belum dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan sementara ke tenda darurat.

 

“Untuk sekolah yang terdampak, setelah gempa selesai, sekolah akan dilaksanakan di tenda BNPB sebagai kebutuhan sekolah darurat. Sementara sekolah yang rusak, kalau rusak ringan kita renovasi dan kalau rusak berat kita bangun ulang,” ujar Melki.

 

Menurut dia, penanganan pascagempa tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga harus mulai mempersiapkan tahapan transisi menuju pemulihan, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga serta fasilitas publik.

 

Penanganan tersebut membutuhkan koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, BNPB, dan berbagai pihak lainnya.

 

Bagi Melki, kunjungan ke Poka bukan sekadar agenda penyerahan bantuan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan warga di wilayah yang sulit dijangkau tetap mendapat perhatian.

 

Malam itu, Poka menjadi salah satu titik dari rangkaian penyisiran bantuan Pemerintah Provinsi NTT di Flores. Dari Manggarai, perjalanan Melki berlanjut menuju Manggarai Timur hingga Maumere untuk mencari wilayah-wilayah terdampak yang belum tersentuh bantuan.

 

Di tengah situasi pascagempa, tantangan pemerintah kini bukan hanya memastikan bantuan tersedia, tetapi juga memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang berada di pelosok Flores.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!