WhatsApp Channel Banner

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, NTT Siapkan 72 Gerai Operasional

waktu baca 4 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 14:00 82 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Program tersebut ditargetkan memperkuat rantai distribusi pangan, pembiayaan rakyat, hingga perputaran ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Di Nusa Tenggara Timur, peluncuran nasional itu diikuti secara virtual dari Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Kegiatan tersebut dihadiri Melki Laka Lena, Emi Nomleni, Fernando Soares, serta Yosef Lede bersama jajaran Forkopimda.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyebut operasionalisasi KDKMP sebagai tonggak penting pembangunan ekonomi nasional karena pemerintah mampu membangun lebih dari seribu koperasi lengkap dengan gudang, armada distribusi, sistem logistik, dan layanan masyarakat dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Hari ini penting. Kita membangun dan mengoperasionalkan 1.061 KDKMP dengan gudang, sistem logistik, kendaraan operasional, dan petugasnya dalam waktu kurang dari satu tahun,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan pemerintah semula menargetkan sekitar 1.300 unit koperasi untuk diresmikan, namun diputuskan sebanyak 1.061 unit yang telah siap beroperasi penuh. Saat ini, kata dia, lebih dari 9.000 gedung dan gudang KDKMP telah tersedia secara fisik.

Menurut Prabowo, percepatan pembangunan KDKMP menunjukkan kemampuan Indonesia menjalankan program ekonomi skala besar dalam waktu singkat. Ia menilai bangsa Indonesia terlalu lama dipandang lemah, termasuk oleh bangsanya sendiri.

“Bangsa Indonesia terlalu lama dianggap remeh. Kita sering tidak percaya pada kemampuan sendiri dan lebih kagum pada yang berasal dari luar,” ujarnya.

Koperasi Jadi Basis Ketahanan Pangan

Presiden juga mengaitkan keberadaan KDKMP dengan strategi ketahanan pangan nasional. Ia menyebut target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun kini dapat dipercepat menjadi satu tahun.

Baca Juga  Pilgub NTT akan menjadi Replikasi Pilpres Tahun 2024, Sosok Cawagub Berbasis Elektoral

“Saya minta swasembada pangan empat tahun, ternyata bisa dipercepat dalam satu tahun,” katanya.

Menurutnya, pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi persoalan hidup dan mati bangsa. Karena itu, pemerintah memprioritaskan stabilitas produksi dan distribusi pangan nasional di tengah ancaman krisis global.

Prabowo mengungkapkan sejumlah negara kini mulai meminta pasokan beras dari Indonesia setelah beberapa negara produsen besar menghentikan ekspor pangannya. Namun ia menegaskan kebutuhan rakyat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau mereka butuh kita bantu, tapi rakyat kita harus aman dulu. Jangan sampai petani kita jadi korban,” tegasnya.

Desa Didorong Jadi Pusat Perputaran Ekonomi

Selain memperkuat distribusi pangan, Presiden menyebut KDKMP akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Koperasi nantinya dilengkapi layanan sembako, pupuk subsidi, distribusi gas LPG, kredit murah, apotek, hingga penyaluran bantuan pemerintah.

Menurutnya, model tersebut akan memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi hambatan utama ekonomi desa.

“Masalah petani dari dulu sama, pupuk, modal, dan akses pasar. Banyak hasil panen bagus tapi tidak bisa dijual karena akses distribusi sulit. Dengan koperasi ini desa punya truk sendiri, pick up sendiri, sehingga hasil panen bisa langsung dibawa ke pasar,” katanya.

Prabowo juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai dapat memperkuat perputaran ekonomi desa apabila terintegrasi dengan koperasi Merah Putih.

“Yang tanam bawang bisa jual, yang ternak lele bisa jual, yang produksi telur bisa hidup. Uangnya berputar di desa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden turut menegaskan komitmen pemerintah terhadap integritas aparat dan pengelola program. Ia memastikan pejabat yang menyalahgunakan kewenangan akan ditindak tegas.

“Yang melanggar dan menyimpang akan kita bersihkan. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Baca Juga  Pesan Keberlanjutan Program Jokowi dan Prabowo di NTT untuk Melki-Johni

Presiden juga mengumumkan penurunan bunga kredit ultra mikro menjadi di bawah 10 persen agar pelaku usaha kecil di desa memperoleh akses pembiayaan yang lebih adil.

“Masa pengusaha besar dapat bunga rendah, sementara emak-emak di kampung dapat bunga 24 persen. Itu tidak benar,” katanya.

NTT Siapkan Puluhan Gerai Operasional

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan pemerintah daerah mulai mempercepat kesiapan operasional KDKMP di seluruh kabupaten/kota di NTT. Hingga saat ini, tercatat 72 KDKMP telah siap beroperasi.

“Untuk NTT sudah ada 72 KDKMP yang siap dioperasikan. Saat ini juga sudah ada 72 gerai yang selesai 100 persen dan diperkirakan akhir Juli nanti bisa mencapai 200 sampai 300 gerai,” kata Melki.

Ia menyebut Kabupaten Timor Tengah Utara menjadi daerah dengan jumlah gerai terbanyak, yakni 39 unit. Seluruh 22 kabupaten/kota di NTT juga telah memulai pembangunan gerai koperasi, meski beberapa daerah seperti Rote Ndao dan Sumba Timur masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Melki, KDKMP diharapkan menjadi instrumen penguatan ekonomi desa di NTT, terutama dalam mempermudah akses distribusi hasil pertanian, kebutuhan pokok, dan pembiayaan usaha masyarakat.

Bupati Kupang Yosef Lede menilai penunjukan Kabupaten Kupang sebagai lokasi pelaksanaan virtual launching nasional menjadi dorongan bagi daerah untuk mempercepat pembangunan koperasi desa.

“Kami berharap launching hari ini menjadi motivasi agar KDKMP yang masih dibangun bisa dipercepat sehingga target Presiden pada Agustus nanti, yaitu 30 ribu koperasi, dapat tercapai,” ujarnya.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu program utama pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi berbasis desa, memperpendek rantai distribusi pangan, serta memperluas akses pembiayaan dan layanan dasar masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!