WhatsApp Channel Banner

Jemput Asa di Pulau Sumba, Tiga Hari tanpa Henti

waktu baca 9 menit
Senin, 7 Apr 2025 03:31 278 Times NTT

Kupang, TIMESNTT.COM-Memastikan semua program berjalan sesuai dengan rencana meski ditengah efisiensi anggaran, Gubernur NTT, tiada henti selama tiga hari menjemput asa di Pulau Sumba, sejak Sabtu (5/04) lalu.

Dimulai dari kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi hingga pembangunan daerah.

Adapun, sebanyak enam lokasi yang dikunjungi Gubernur NTT di Kabupaten Sumba Timur yakni, Memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kawangu, Kunjungan ke PT. Muria Sumba Manis, Meresmikan MCC (Maritime Command Center) Port Waingapu di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu, Meninjau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Hambala, Tatap Muka Bersama Bupati serta Jajaran, Kepala SMA/SMK dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sumba Timur, dan Meninjau Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba di Lewa.

Gubernur tidak jalan sendiri, agar para jajaran kepala dinas bisa melihat langsung kondisi masyarakat, Ia membawa serta Kadis Kelautan dan Perikanan NTT, Sulastri Rasyid, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, Plt. Kadis PUPR NTT, Benyamin Nahak, dan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Oemboe Wanda.

Dihari perdana sampai di Sumba Timur, sejak Sabtu (05/04) Gubernur NTT didampingi Bupati Sumba Timur serta jajaran langsung menuju ke Puskesmas Kawangu, untuk memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kepada para tenaga kesehatan, Gubernur NTT menerangkan CKG merupakan program inisiatif unggulan Presiden melalui Menteri Kesehatan, yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi setiap warga masyarakat yang berulang tahun. Oleh karenanya Ia menghimbau agar keterlibatan para Kepala Wilayah seperti Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW dalam menginventarisir data para warganya akan meningkatkan persentase keberhasilan pelaksanaan program CKG ini.

“Di setiap Puskesmas yang telah saya kunjungi, saya selalu menjelaskan bahwa program CKG ini merupakan hadiah dari Presiden kepada masyarakat Indonesia. Ini hak setiap warga, jadi harus dimanfaatkan dengan baik, karena ini merupakan pembangunan kesehatan di daerah dan negara kita. Jadi masyarakat harus memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, agar kesehatan masyarakat terpantau jelas,” kata Gubernur Melki.

“Pak Bupati tolong untuk instruksikan agar Puskesmas harus bersama-sama dengan Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW untuk mendata warganya yang berulang tahun sesuai dengan bulannya agar program ini bisa berjalan lancar,” tambahnya.

Setelahnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena serta rombongan juga meninjau langsung serta berdialog dengan manajemen PT. Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan perkebunan tebu dan pengolahan gula terkemuka di Sumba Timur.

Kunjungan ke PT MSM/foto: Humas Pemprov NTT

Kunjungan kerja serta peninjauan perkebunan dan pabrik gula ini bertujuan untuk memantau perkembangan sektor industri gula, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kualitas produk yang dihasilkan MSM.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi MSM dalam pengembangan ekonomi lokal dan menjadi motor penggerak ekonomi di dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur. la menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kami berharap MSM terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumba Timur dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumba Timur,” ujar Melki Laka Lena.

Mewakili Manajemen MSM, Syahgraha, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan dukungan yang diberikan Gubernur NTT, Bupati Sumba Timur dan Wakil Bupati Sumba Timur serta anggota DPR RI dan Forkompinda  Sumba Timur.

“Kunjungan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, pertumbuhan industri dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ucapnya.

la menjelaskan bahwa MSM terus memperkuat investasinya di sektor perkebunan tebu dan pengolahan gula di Sumba Timur sebagai bagian dari kontribusi terhadap swasembada gula nasional. Saat ini, MSM telah mengembangkan kebun tebu seluas kurang lebih 4.400 hektar dan mengoperasikan pabrik gula berkapasitas produksi 600 ton gula per hari.

Baca Juga  BPK Temukan Pembayaran Honor Lebih dan Proyek Bermasalah Pada 4 SKPD Pemprov NTT

Lebih dari 3.500 lapangan pekerjaan telah tercipta, dengan lebih dari 90% tenaga kerja berasal dari Sumba Timur. Hal ini sejalan dengan visi MSM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara dan memberdayakan masyarakat setempat. Tak hanya fokus pada sisi produksi, MSM juga menjalankan inisiatif lingkungan bertajuk Program Hijau Manise sebagai wujud nyata dari komitmen kebijakan ramah lingkungan MSM, yang hingga saat ini telah menanam lebih dari 20.396 pohon teduhan dan produktif di atas laha seluas 155 hektar.

Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami percaya keberlanjutan tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi dengan para semua pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi, sosial yang harmonis, dan ekonomi yang lestari. Dukungan dari pemerintah, TNI-Polri dan jajaran, serta masyarakat setempat menjadi fondasi penting bagi keberhasilan bersama,” jelas Syahgraha.

Sesudah itu, Gubernur NTT juga memantau Kesiapan Moda Transportasi Laut dalam menghadapi puncak arus mudik lebaran tahun 2025 yang diperkirakan tanggal 10 sampai dengan 14 April 2025 sekaligus secara resmi meresmikan Maritime Command Center (MCC) di KSOP Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur. Peresmian ini menandai langkah penting dalam meningkatkan pusat Integrasi data maritim yang merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui kantor KSOP Waingapu untuk meningkatkan pemantauan, pengawasan dan koordinasi kegiatan maritim di wilayah Pulau Sumba.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kinerja Kementerian Perhubungan, khususnya KSOP Waingapu, yang telah bekerja keras dalam mewujudkan terintegrasi nya sistem pemantauan maritim melalui teknologi informasi.

“Dengan adanya MCC ini, kita berharap dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, melindungi lingkungan maritim, serta memantau secara lebih efektif kegiatan pelabuhan yang sangat vital bagi perekonomian daerah,” ujar Gubernur NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya teknologi informasi dalam mendukung kelancaran operasional pelabuhan. “Pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi dalam Maritime Command Center (MCC) akan mempermudah pemantauan berbagai kegiatan di pelabuhan, mulai dari proses pelayaran hingga arus distribusi barang. Ini juga merupakan upaya nyata dalam menjamin kelancaran logistik dan menekan disparitas harga barang, yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian dan peningkatan  kesejahteraan masyarakat di NTT,” tambah Melki.

Maritime Command Center (MCC) di Pelabuhan Waingapu akan berfungsi sebagai pusat integrasi data maritim yang menghubungkan berbagai sistem dan informasi yang terkait dengan kegiatan pelabuhan. Dengan adanya MCC, para pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat, akan dapat mengakses informasi yang lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi dengan baik.

Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan melalui KSOP Waingapu telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan, baik dari segi keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, maupun perlindungan lingkungan maritim. Teknologi ini akan memastikan bahwa segala bentuk kegiatan yang berlangsung di pelabuhan dapat terpantau dengan cermat, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan lingkungan.

Selain itu, kehadiran MCC juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Waingapu sebagai pintu gerbang logistik di wilayah timur Indonesia. Dengan pemantauan yang lebih efektif, diharapkan distribusi barang antar pulau dapat berlangsung lebih efisien, sehingga dapat mengurangi biaya logistik yang tinggi dan mempercepat proses distribusi barang ke daerah-daerah terpencil.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, dalam kesempatan yang sama, menyatakan bahwa dengan adanya MCC, diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi, khususnya sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata di Sumba Timur.

“MCC akan mempermudah koordinasi dan pengawasan kegiatan di pelabuhan, yang sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Kami juga berharap ini akan menjadi pendorong bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur,” katanya.

Baca Juga  Pulau Sumba Punya Wakil di Senayan, Pdt Naftali Ucapkan Terimakasih ke Laka Lena   

Titik berikut yang dikunjungi Gubernur NTT yakni Dapur MBG “Dapur Sehat Mom Jes & Aleth” yang dikelola oleh Yayasan Maritim Flobamora Nusantara. Gubernur NTT mengatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program sosial yang bermanfaat. Gubernur NTT juga berkesempatan melihat setiap ruangan Dapur MBG dengan fungsinya masing-masing.

Gubernur NTT mengapresiasi langkah yang diambil Pemkab Sumba Timur, dalam memastikan masyarakat memiliki akses terhadap makanan bergizi.

“Hal ini sangat penting dan perlu didukung oleh semua pihak. Makanan bergizi adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif,” jelas Gubernur NTT.

Program ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sumba Timur, dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara gratis.

Setelah melakukan beberapa rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Sumba Timur, Gubernur NTT, serta rombongan melanjutkan acara ramah tamah di rumah Jabatan Bupati Sumba Timur, Sabtu (5/4) malam.

Turut hadir pula pada kesempatan tersebut, Kepala SMA/SMK se- Kabupaten Sumba Timur serta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apedsi) Sumba Timur.

Pada momentum ,tersebut Gubernur NTT menghimbau agar para Kepala SMK dan SMA dapat lebih aktif mendorong keterlibatan para siswa/i masuk dalam sektor produktif dengan mengimplementasikan ilmu yang didapat langsung di lapangan guna menjawab tantangan perkembangan zaman serta dapat mengoptimalkan potensi daerah.

“Kami ingin mulai ada pemikiran bahwa di tingkat pendidikan SMA dan SMK masuk pada sektor-sektor produktif sesuai dengan potensi dan keunggulan yang ada pada daerah masing-masing. Ke depan anak-anak SMA/SMK harus mulai terbiasa untuk masuk kebun, sawah, urus ternak, bertani dan masuk laut. Kurikulum potensi daerah akan kita desain agar anak kita di Sumba tahu potensi yang ada di daerah tempat tinggalnya. Karena daerah akan maju jika potensinya di dipahami, dikelola dan dikembangkan oleh para generasi muda,” ujar Melki.

“Kita juga akan dorong anak-anak kita belajar, pahami dan terlibat dalam pelaksanaan program-program yang ada pada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,” tambah Gubernur Melki Laka Lena.

Bupati Sumba Timur menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur NTT serta ucapan terima kasih atas waktu dan kesempatan mengunjungi masyarakat Kabupaten Sumba Timur.

Disela kegiatan ramah tamah, dipadukan juga dengan Penyerahan Alokasi DAK dan DAU spesifik Grant TA.2025 untuk pendidikan Menengah (SMA/SMK) dan Pendidikan Khusus (SLB) dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur sebesar Rp.3.490.000.000.

Minggu (6/4/2025) pagi, sebelum menuju ke STT – GKS di Lewa, Gubernur NTT terlebih dahulu mengikuti Misa di Gereja Paroki Sang Sabda Lewa.

Usai mengikuti perayaan Misa, Gubernur NTT kemudian menuju ke STT – GKS Lewa untuk bertatap muka bersama para pengajar serta para mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut Gubernur NTT mengajak para mahasiswa untuk selain mengikuti pendidikan sesuai dengan kurikulum di STT GKS Lewa, namun ia juga meminta agar para pengajar dan mahasiswa dapat memanfaatkan waktu luang untuk menekuni beragam potensi daerah, baik pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan. Ia meminta agar beberapa lahan yang dimiliki oleh GKS dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk ditanam baik padi, jagung maupun tanaman hortikultura.

“Jangan biarkan ada lahan yang terbengkalai. Lahan milik GKS harus bisa dimanfaatkan. Untuk itu, saya minta Dosen dan mahasiswa ketika ada waktu luang, belajar juga terkait pertanian, perkebunan, peternakan dan langsung praktekkan di lahan yang ada,” ucap Melki.

“Saya juga meminta agar kita mulai membiasakan mencintai produk-produk lokal kita. Contohnya, gunakan dan konsumsi air mineral produksi daerah kita sendiri, juga produk-produk lainnya yang juga dihasilkan dari UMKM kita sendiri. Itu bagian dari kita mendukung pengembangan produk lokal dan akan meningkatkan perekonomian di Sumba juga,” katanya menambahkan.

Gubernur NTT mengakhiri kunjungan kerjanya di Sumba Timur dan kemudian menuju ke Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk melanjutkan rangkaian safari kunker nya di Pulau Sumba.* (Az)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!