WhatsApp Channel Banner

Cegah Kanker Serviks, Puskesmas Oepoi Gencarkan Skrining dan Edukasi Masyarakat

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Okt 2026 11:17 0 15 Times NTT

KUPANG, Timesntt.com – Puskesmas Oepoi, Kota Kupang, terus mendorong upaya pencegahan kanker serviks melalui pelayanan skrining, edukasi kesehatan, dan kunjungan langsung ke masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker leher rahim.

 

Kepala Puskesmas Oepoi, drg. Elfride Ruth, mengatakan pelayanan skrining kanker serviks merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang juga didukung oleh program Pemerintah Kota Kupang.

 

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai pada Senin, 19 Oktober 2026.

 

Menurut Elfride, pelayanan skrining tidak hanya dilakukan di gedung puskesmas, tetapi juga melalui kegiatan turun langsung ke masyarakat. Warga yang datang ke Puskesmas Oepoi untuk menjalani pemeriksaan juga tetap dilayani.

Baca Juga  Sebanyak 360 Warga Kota Kupang Positif Kanker Serviks, 220 Kasus Ditemukan di Sikumana

 

“Untuk kanker serviks, selain menjadi program Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, kami juga mendapat target dari pemerintah pusat untuk pelayanan IVA. Karena itu, kami biasanya turun ke masyarakat untuk memberikan pelayanan. Jika ada masyarakat yang datang untuk diperiksa, kami juga melayani,” jelasnya.

 

Ia menerangkan, pelaksanaan pemeriksaan kanker serviks di sekolah-sekolah memiliki tantangan tersendiri, terutama karena pemeriksaan membutuhkan ruangan tertutup demi menjaga privasi pasien.

 

Karena itu, kegiatan kesehatan di sekolah lebih banyak diarahkan pada pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI bagi perempuan, termasuk siswi dan guru, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

 

Terkait ketersediaan vaksin, Elfride mengatakan vaksinasi belum tersedia di Puskesmas Oepoi. Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut akan diarahkan ke fasilitas kesehatan yang menyediakan, yakni Puskesmas Sikumana atau RSUD S.K. Lerik.

 

Sementara itu, apabila hasil skrining menunjukkan adanya indikasi kelainan, petugas puskesmas akan memberikan edukasi dan menyarankan pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga  Musim Angin Kencang, RSUD S.K. Lerik Ingatkan Risiko Sesak Napas dan ISPA

 

“Kalau ditemukan hasil yang positif atau ada indikasi kelainan, biasanya kami edukasi pasien untuk berkonsultasi ke dokter kandungan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosisnya,” ujarnya.

 

Elfride menambahkan, promosi kesehatan mengenai berbagai persoalan kesehatan perempuan, termasuk kanker serviks, juga menjadi bagian dari kegiatan Puskesmas Oepoi di wilayah kerjanya.

 

Edukasi dilakukan melalui kunjungan ke masyarakat dan kegiatan penyuluhan. Namun, materi yang diberikan di sekolah umumnya masih berupa penjelasan dasar mengenai kesehatan reproduksi dan upaya pencegahan penyakit.

 

Ia berharap masyarakat, khususnya perempuan, semakin terbuka untuk memanfaatkan layanan skrining dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan atau membutuhkan konsultasi kesehatan.

 

Melalui deteksi dini dan tindak lanjut medis yang tepat, risiko keterlambatan penanganan kanker serviks diharapkan dapat ditekan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!