WhatsApp Channel Banner

Cerita Pelaku UMKM di Area PESONAS NTT Tahun 2026

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 02:36 0 40 Times NTT

KUPANG, Timesntt.com – Berderet membentuk huruf L, kurang lebih 30 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) turut meramaikan ajang Gelaran Pekan Special Olympics Nasional II (PESONAS) NTT tahun 2026 di GOR Oepoi Kupang.

 

Mulai dari makanan, minuman hingga tenun tradisional NTT ikut dipajang dalam setiap stand.

 

Ada stan UMKM Madalay, yang mencuri perhatian pengunjung. Lokasinya berada pintu masuk Gor. Pemiliknya selalu setia menunggu pengunjung.

 

Madalay menyuguhkan kekayaan budaya. Mereka memboyong kain tenun tradisional khas Sabu dan berbagai aksesoris adat NTT.

 

Pemilik UMKM tidak hanya menjual tetapi juga menceritakan makna dan lambang dari setiap motif kain tenun.

 

Rut Nopo, pengelola UMKM Madalay menjelaskan, setiap motif kain Sabu bukan punya makna dan arti sendiri. Dan, setiap motif juga melambangkan tradisi dan kebiasaan di Sabu Raijua.

Baca Juga  Melki Lepas 110 Atlet Istimewa NTT ke PESONAS II 2026, Tekankan Keberanian dan Sportivitas

 

“Ada Kain Ailedo, kain tenun khusus yang digunakan dalam upacara kedukaan atau penghormatan bagi orang yang meninggal dunia,”

 

“Sedangkan Kain Airaja, adalah kain tenun yang menjadi bagian wajib dalam prosesi peminangan atau hantaran adat pernikahan,” kata Ruth sambil memegang kain tenun, 15/10.

 

Pada stand milik mereka, Ruth juga bilang memiliki kain motif umum (Omo), yang fleksibel bisa dipakai harian hingga diolah menjadi busana modern.

 

Ruth mengatakan jika dalam dua hari ikut terlibat dalam penyelenggaraan PESONAS NTT, ada beberapa kain tenun miliknya yang dibeli dalam jumlah yang cukup banyak.

 

Parah peminat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia memilih beberapa kain diproduksi tradisional menggunakan pewarna alami, sehingga warna tahan lama dan tidak luntur.

Baca Juga  Dari Sabtu ke Minggu, Ramai-ramai di Taman Nostalgia

 

Selain itu, dikatakan Ruth, Madalay tak hanya mengandalkan toko fisik mereka di Jalur 40. Mereka sudah masuk ke era digital.

 

Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp, hingga live streaming mereka lakukan untuk menyapa pembeli dari luar NTT.

 

“Partisipasi kami UMKM Madalay dalam ajang PESONAS NTT diharapkan dapat semakin memperkenalkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal dan menjaga kelestarian tradisi tenun NTT di tengah perkembangan zaman,” pungkas Rut.

 

Selain Masalah, ada UMKM yang menjadikan teh tradisional Osma.

 

Pemiliknya, Krista menjelaskan jika stand milik mereka tidak hanya menyediakan teh herbal dengan berbagai varian rasa juga menyajikan kudapan sebagai teman minum bagi pelanggan.

 

“Kami coba mengangkat menu ini dengan berbagai varian. Kami mendukung kegiatan pesonas. Kami mendukung anak anak kami yang bertanding di sini. Kami belum ada outlet kamu jualannya via online,” jelasnya.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!