Foto: istKupang, Timesntt.com- Berawal dari sebuah kios sederhana dengan pilihan barang yang masih terbatas, Ansi perlahan mengembangkan usaha sembakonya. Tiga tahun berjalan, usaha tersebut kini telah berkembang menjadi empat titik usaha, tiga di antaranya berada di Kelurahan Naimata dan satu lainnya berada di kawasan Jalur 40, Kota Kupang.
Bagi Ansi, usaha sembako tersebut bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi menjadi salah satu tumpuan dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Selain mengelola usaha sembako, Ansi juga dipercaya menjadi agen BRILink. Layanan tersebut baru dijalaninya sekitar dua bulan, sekaligus menjadi bagian dari upayanya memperluas pelayanan kepada masyarakat di sekitar tempat usahanya.
Perjalanan mengembangkan usaha tidak terlepas dari dukungan permodalan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ansi yang telah menjadi nasabah BRI selama sekitar 10 tahun memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnisnya.
“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya kios sembako biasa. Tapi saya ingin kios ini bisa lebih lengkap, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujar Ansi.
Keinginan menyediakan kebutuhan yang lebih lengkap bagi pelanggan mendorong Ansi memanfaatkan fasilitas KUR BRI. Ia mengaku sebelumnya mengajukan pinjaman mulai dari Rp25 juta dan kemudian meningkat menjadi Rp50 juta.
Menurut Ansi, dukungan permodalan tersebut digunakan secara bertahap untuk menambah stok barang dan mengembangkan usaha. Baginya, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting agar pelanggan tetap datang dan berbelanja.
Selain akses permodalan, Ansi juga merasakan manfaat dari pendampingan yang diberikan BRI. Ia memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan usaha, mulai dari mengatur kebutuhan stok, menjaga perputaran modal hingga membaca peluang berdasarkan kebiasaan belanja masyarakat di sekitar.
Seiring waktu, usaha yang dijalankan Ansi menunjukkan perkembangan. Pelanggan semakin sering datang dan kiosnya menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng dan berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Perjalanan membangun kios sembako ini sangat panjang. Namun, karena dukungan petugas dari BRI, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.
Perkembangan usaha tersebut turut memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga Ansi. Penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.
“Selama di Kupang, BRI sudah banyak membantu saya,” tuturnya.
Bagi Ansi, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sekaligus mengembangkan usahanya. Karena itu, selama masih memiliki kesempatan memperoleh fasilitas KUR, ia berencana kembali memanfaatkannya untuk pengembangan usaha.
“Selagi masih ada dana KUR, pasti saya akan mengajukan terus untuk pengembangan usaha,” ujarnya.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, BRI berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha mikro dan kecil melalui akses permodalan serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.
Menurut Hery, kisah Ansi menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha yang dirintis secara bertahap dapat terus berkembang ketika didukung dengan perencanaan usaha dan akses permodalan yang tepat.
“Setiap pelaku usaha memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. BRI akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” tambahnya.
Perjalanan Ansi menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dari kios sederhana dengan pilihan barang yang terbatas, ia secara bertahap mengembangkan usahanya hingga memiliki empat titik usaha sekaligus memberikan layanan perbankan kepada masyarakat melalui agen BRILink.
Ke depan, Ansi berharap usahanya dapat terus berkembang. Ia juga berharap BRI terus hadir memberikan dukungan bagi para pelaku usaha kecil agar dapat bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga.
“Semoga BRI tetap jaya dan terus membantu masyarakat,” pungkas Ansi.
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar