Ignasius Boli Uran terpilih jadi ketua Golkar Flores Timur/foto:ist FLORES TIMUR, Timesntt.com – Partai Golkar Kabupaten Flores Timur memulai babak baru kepemimpinan setelah Ignasius Boli Uran terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Flores Timur periode 2025–2030. Wakil Bupati Flores Timur tersebut mendapat kepercayaan memimpin partai berlambang pohon beringin itu dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Hotel Gelekat Nara, Kelurahan Puken Tobi Wangibao, Kecamatan Larantuka, Selasa (13/10/2026).
Terpilihnya Ignasius menjadi momentum penting bagi Golkar Flores Timur, terutama setelah agenda Musda beberapa kali mengalami kegagalan. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, merangkul seluruh kader, sekaligus meningkatkan perolehan kursi partai pada pemilu mendatang.
Ignasius menggantikan Yosep Sani Betan, atau yang akrab disapa Nani Betan, yang telah memimpin Golkar Flores Timur selama 17 tahun.
Musda XI tersebut dihadiri perwakilan pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), jajaran pengurus DPD II Golkar Flores Timur, para ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Flores Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan pimpinan partai politik setempat.
Satu Kandidat, Ignasius Terpilih Aklamasi
Proses pemilihan ketua berlangsung melalui persidangan yang dipimpin Jemy Lasa selaku utusan DPD I Partai Golkar NTT. Ia didampingi Geraldus Bacentis sebagai sekretaris sidang, bersama anggota sidang yang merupakan Ketua PAC Golkar Kecamatan Ile Boleng dan Demon Pagong.
Dalam tahapan pemilihan, Ignasius menjadi satu-satunya kandidat yang maju. Setelah melalui mekanisme persidangan, ia kemudian ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Flores Timur.
Sebelum Musda digelar, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar Flores Timur, Laurensius Leba Tukan, telah menjalankan tugas mempersiapkan pelaksanaan agenda tersebut setelah beberapa kali mengalami kendala.
Laurensius mengaku tetap optimistis menuntaskan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, baik sebagai kader Golkar maupun sebagai putra daerah Flores Timur.
“Sebagai kader Golkar dan anak Flores Timur, tentunya saya optimistis dapat melaksanakan tugas ini dengan baik,” ungkap Laurensius.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan Pra-Musda sebagai bagian dari persiapan menuju forum pengambilan keputusan tertinggi partai di tingkat kabupaten. Dari tahapan tersebut, hanya satu nama yang muncul sebagai kandidat ketua.
Laurensius pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPD II Partai Golkar Flores Timur yang telah mendukung terselenggaranya Musda XI.
Laurensius Ingatkan Kader Tak Terjebak Emosi Politik
Di hadapan peserta Musda, Laurensius juga mengingatkan para kader agar menyikapi dinamika politik dengan kedewasaan. Menurutnya, perbedaan pandangan dan persaingan dalam partai merupakan bagian dari proses yang harus dijalani secara bijaksana.
Ia mengibaratkan berpolitik seperti bertamasya, yang seharusnya dinikmati sebagai sebuah perjalanan, bukan dijadikan alasan untuk saling tersinggung atau terbawa emosi.
Pesan tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersamaan kader, terlebih setelah partai melewati proses panjang hingga akhirnya berhasil menggelar Musda dan menetapkan pemimpin baru.
Pada kesempatan yang sama, Laurensius memberikan penghormatan kepada Yosep Sani Betan atas pengabdian selama 17 tahun memimpin Golkar Flores Timur.
Menurutnya, kontribusi Nani Betan menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan partai di daerah tersebut. Salah satu capaian yang dikenang adalah keberhasilan Golkar menduduki posisi Ketua DPRD Flores Timur pada periode 2014–2019.
“Jasanya sangat besar dalam membesarkan Partai Golkar di Flores Timur. Untuk itu, patut kita apresiasi dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya,” ujarnya.
Dengan beralihnya kepemimpinan kepada Ignasius Boli Uran, Golkar Flores Timur dihadapkan pada pekerjaan besar untuk mempertahankan soliditas internal sekaligus memperkuat dukungan masyarakat.
Golkar NTT Pasang Target Tujuh Kursi DPRD
Bendahara Umum DPD I Partai Golkar NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, saat membuka Musda XI menyebutkan bahwa Flores Timur menjadi kabupaten/kota ke-21 di NTT yang menyelenggarakan Musda dalam rangka konsolidasi organisasi.
Ia mengapresiasi capaian Golkar Flores Timur pada Pemilu Legislatif sebelumnya, ketika partai tersebut meraih 11.873 suara dan memperoleh tiga kursi di DPRD Kabupaten Flores Timur.
Meski capaian tersebut memungkinkan Golkar membentuk satu fraksi di DPRD, Restu menilai masih ada ruang besar untuk memperkuat posisi partai dalam peta politik daerah.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan kinerja organisasi, memperluas dukungan pemilih, dan mengoptimalkan peran seluruh kader hingga tingkat kecamatan.
Restu secara khusus mendorong Golkar Flores Timur meningkatkan perolehan kursi dari tiga menjadi tujuh kursi pada pemilu mendatang. Target itu sekaligus menjadi upaya untuk mengembalikan posisi partai sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Flores Timur.
“Kita berharap pada momentum pemilu mendatang, perolehan kursi dapat meningkat dari tiga menjadi tujuh, sehingga Partai Golkar bisa merebut kembali pimpinan lembaga DPRD di Flores Timur,” ujarnya.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Ignasius dan jajaran kepengurusan yang akan dipimpinnya. Konsolidasi organisasi, penguatan struktur partai, serta kerja nyata di tengah masyarakat akan menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan perolehan suara.
Golkar Diminta Perkuat Kemitraan dengan Pemerintah
Selain mengejar peningkatan kursi legislatif, Restu menekankan pentingnya membangun hubungan kemitraan yang strategis dengan pemerintah.
Menurutnya, sikap Partai Golkar di tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten harus diwujudkan melalui dukungan yang aktif dan produktif terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Kemitraan tersebut dapat dijalankan melalui peran partai dan fraksi di DPRD, dengan tetap memperhatikan fungsi, tanggung jawab, serta prinsip-prinsip demokrasi.
Dengan berakhirnya Musda XI, Golkar Flores Timur kini memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Ignasius Boli Uran. Kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan hanya menyangkut keberlanjutan organisasi, tetapi juga tuntutan untuk menjawab target politik yang telah dicanangkan.
Kepemimpinan periode 2025–2030 itu akan diuji melalui kemampuannya menjaga persatuan kader, membangun kemitraan yang produktif, dan membawa Golkar Flores Timur meraih peningkatan suara serta kursi DPRD pada pemilu mendatang.*
Stop Copas!!
Tidak ada komentar