WhatsApp Channel Banner

Melki Laka Lena Tegaskan Pergantian Empat Staf KONI NTT Merupakan Penyegaran Organisasi

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 12:25 227 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena menegaskan bahwa penonaktifan atau pergantian empat staf Sekretariat KONI NTT merupakan bagian dari evaluasi rutin organisasi dan bukan persoalan serius seperti yang berkembang di publik.

Menurut Melki, proses evaluasi tersebut telah dibahas sebelumnya di internal pengurus dan dilakukan secara baik-baik sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi.

 

Ia menjelaskan, dari enam staf lama yang ada di Sekretariat KONI NTT, hanya dua orang yang masih dipertahankan, sementara empat lainnya diganti untuk memberi ruang kepada tenaga baru.

 

“Setiap tahun memang ada evaluasi. Ada masukan dan catatan dari pengurus. Yang lama dari enam tinggal dua, lalu masuk empat orang baru. Ini bagian dari penyegaran supaya yang muda-muda juga bisa masuk,” kata Melki kepada sejumlah media di Hotel Sasando, Senin (18/5/2026).

Baca Juga  PDIP NTT Turut Rayakan HUT NTT ke 67 Saat Serahkan SK DPC

Melki menegaskan, pergantian tersebut tidak berkaitan dengan persoalan khusus maupun konflik internal di tubuh KONI NTT. Menurutnya, langkah itu murni dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

“Tidak mungkin kita buang orang kalau tidak ada hal luar biasa. Ini cuma penyegaran biasa saja,” ujarnya.

Ia juga memastikan empat staf yang diganti tetap akan diakomodir pada posisi lain sehingga tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

“Empat orang ini rencananya nanti akan diatur di tempat lain supaya ada penyegaran. Jadi saya juga bingung kenapa tiba-tiba jadi ramai begini,” tambahnya.

Bantah Isu Kepentingan Politik

Terkait isu bahwa empat staf baru berasal dari kalangan partai politik dan orang dekat gubernur, Melki membantah adanya kepentingan politik dalam proses pergantian tersebut.

Baca Juga  Gubernur NTT Sampaikan Empat Poin Kesepakatan Usai Dialog dengan Sopir Pikap dan Aliansi Mahasiswa

Ia menjelaskan komposisi staf baru justru berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.

“Satu dari Gerindra, satu Demokrat, satu Golkar, dan satu aktivis. Jadi isu yang berkembang ini terlalu banyak dan membuat persoalan sederhana jadi rumit,” jelasnya.

Melki menekankan bahwa penunjukan staf baru dilakukan berdasarkan kemampuan bekerja, bukan kedekatan pribadi maupun afiliasi politik.

“Mau dekat atau jauh, yang penting kalau dia bagus dan bisa kerja, ya masuk dan kerja. Itu saja,” tandasnya.

 

Fokus Persiapan PON

 

Di tengah isu pergantian staf sekretariat tersebut, Melki menegaskan fokus utama KONI NTT saat ini adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional.

Ia menyebut akan ada rapat lanjutan di Jakarta pada 20–21 Mei mendatang untuk membahas pembagian lokasi pelaksanaan PON di dua provinsi serta berbagai aspek teknis persiapan lainnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!