Abdul Mu’ti saat meresmikan Program Revitalisasi Sekolah/foto:ist Kupang, Timesntt.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( RI Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi 576 satuan pendidikan di NTT dengan total anggaran mencapai Rp589.248.273.428.
Sekolah penerima bantuan terdiri dari 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 44 SMK, 9 SLB, dan 8 SKB/PKBM.
“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat pemerataan kualitas sarana prasarana pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di NTT,” ujarnya.
Untuk wilayah Kota Kupang, tercatat 18 sekolah menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp19,3 miliar. Sementara di Kabupaten Kupang, sebanyak 27 sekolah mendapat alokasi sekitar Rp26,2 miliar.
Mu’ti juga mengungkapkan, pada tahun 2026 pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp225,9 miliar untuk revitalisasi sekolah di NTT. Saat ini, sebanyak 299 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan 175 sekolah lainnya akan segera menyusul, sehingga total mencapai 474 satuan pendidikan.
“Angka ini masih bisa bertambah, bahkan kami berharap bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dengan dukungan kebijakan Presiden,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menyalurkan 8.907 unit panel interaktif secara nasional dengan nilai Rp292,6 miliar. Di Kota Kupang, sebanyak 372 unit telah didistribusikan ke sekolah-sekolah, sementara Kabupaten Kupang menerima 596 unit.
Menurut Mu’ti, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan perbaikan seluruh sekolah di Indonesia paling lambat tahun 2028.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah. Karena itu kami meluncurkan konsep Sekolah ASRI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep ASRI mencakup lingkungan belajar yang aman secara fisik maupun sosial, bebas dari kekerasan, serta mendukung tumbuhnya toleransi dan kenyamanan belajar siswa. Hal ini diperkuat melalui Peraturan Menteri Dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah aman dan nyaman.
Lebih lanjut, Mu’ti menekankan pentingnya kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada fasilitas, tetapi juga pada penguatan karakter dan pola pikir siswa.
“Kita ingin membangun generasi dengan mindset maju, mental kuat, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran harus bermakna, mendalam, dan menggembirakan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) sebagai fondasi menghadapi persaingan global di masa depan.
“Dunia ke depan ditentukan oleh kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan seni dan moralitas,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di daerahnya. Ia menyebut bantuan revitalisasi yang diterima NTT dalam dua tahun terakhir menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kawasan timur Indonesia.
“Tahun lalu kami menerima bantuan besar, dan tahun ini usulannya meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat. Ini menunjukkan kebutuhan sekaligus komitmen kita untuk memperbaiki pendidikan di NTT,” kata Melki.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di NTT harus berfokus pada tiga aspek utama, yakni kualitas akademik, penguatan karakter, dan kewirausahaan.
“Lulusan SMA, SMK, dan SLB harus unggul secara akademik, memiliki karakter yang baik, serta mampu berwirausaha untuk mengelola potensi daerah,” ujarnya.
Melki juga mendorong pengembangan produk-produk hasil karya siswa agar dapat dipasarkan secara komersial melalui jaringan ritel modern, sehingga menjadi sumber pendapatan sekaligus sarana pembelajaran kewirausahaan.
Dalam kegiatan tersebut, suasana haru sempat terjadi saat seorang siswi SMA Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, Ferona Keren Balol, membacakan kembali surat yang pernah ia kirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat berisi ungkapan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerahnya itu dibacakan dengan penuh emosi hingga membuat sejumlah hadirin, termasuk menteri dan gubernur, turut terharu.
Momen tersebut menjadi pengingat kuat akan dampak langsung kebijakan pemerintah terhadap kehidupan siswa di daerah.
Program revitalisasi sekolah di NTT diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.*
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar