Rahmat Boby Saleh/foto:istKupang, timesntt.com – Di tengah persaingan layanan perbankan digital yang semakin ketat, Bank NTT mulai tancap gas melakukan pembenahan besar-besaran di sektor digital. Tidak hanya fokus pada pengembangan sistem, bank milik daerah itu kini membuka ruang partisipasi publik untuk ikut menentukan arah transformasi layanan Mobile Banking Bank NTT ke depan.
Langkah terbaru yang dilakukan adalah membuka survei layanan digital kepada nasabah dan masyarakat pengguna Mobile Banking Bank NTT. Melalui survei tersebut, Bank NTT ingin mendengar langsung pengalaman pengguna, kritik, masukan, hingga harapan masyarakat terhadap kualitas layanan digital yang digunakan sehari-hari.
Hasil survei itu nantinya akan menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan pengembangan ekosistem digital Bank NTT agar lebih cepat, aman, dan sesuai kebutuhan nasabah.
Direktur Umum dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh mengatakan, keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian penting dalam proses transformasi digital yang sedang disiapkan perusahaan.
“Kami menyadari masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam layanan digital Bank NTT. Justru karena itulah kami ingin mendengar langsung suara nasabah. Kritik dan masukan masyarakat sangat penting agar kami tidak berjalan sendiri dalam membangun layanan yang benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.
Menurut Rahmat, perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi menuntut bank daerah untuk bergerak lebih adaptif dan inovatif. Karena itu, Bank NTT kini tengah menyiapkan transformasi digital secara penuh, mulai dari penguatan sistem layanan hingga pembaruan proses bisnis.
“Transformasi digital Bank NTT bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Ke depan kami akan melakukan transformasi digital secara penuh, baik dari sisi layanan, sistem, proses bisnis maupun pengalaman nasabah. Tujuannya agar Bank NTT dapat menjadi bank daerah yang modern, cepat, aman dan mampu bersaing,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi dan perbankan NTT, Yohanes S. Nabuasa menilai langkah Bank NTT membuka ruang evaluasi publik merupakan strategi positif di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan digital.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital bank daerah tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan dan kenyamanan pengguna.
“Bank daerah sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan jaringan kantor. Masa depan perbankan ada pada layanan digital yang cepat, stabil, dan mudah digunakan masyarakat. Jika Bank NTT serius melakukan pembenahan, peluang untuk bersaing masih sangat terbuka,” katanya.
Ia juga menilai keterlibatan nasabah dalam proses evaluasi akan membantu Bank NTT memahami kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti NTT yang membutuhkan akses layanan keuangan lebih fleksibel dan efisien.
Langkah transformasi digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Bank NTT memperkuat daya saing di tengah percepatan digitalisasi industri jasa keuangan nasional. Selain meningkatkan kualitas layanan, penguatan digital juga diharapkan mampu memperluas akses transaksi masyarakat hingga ke daerah terpencil di NTT.*
|
Stop Copas!!
Tidak ada komentar