WhatsApp Channel Banner

Sinergi KUB Bank NTT dan Bank Jatim Diproyeksikan Perkuat Ekonomi Daerah

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mei 2026 16:10 38 Times NTT

Kupang, Timesntt.com– Di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional dan derasnya arus digitalisasi layanan keuangan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai memperkuat langkah konsolidasi sektor perbankan daerah. Salah satu strategi yang kini didorong adalah penguatan sinergi melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim sebagai mitra strategis Bank NTT.

Komitmen itu ditegaskan langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim bertema “Penyelarasan Strategik KUB Bank Jatim” di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kehadiran Melki dalam kapasitas sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank NTT dinilai menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan transformasi bank pembangunan daerah agar lebih modern, sehat, dan kompetitif di tingkat nasional.

Didampingi Direktur Utama Charlie Paulus serta jajaran direksi Bank NTT, Melki menegaskan bahwa kolaborasi KUB bukan sekadar penguatan modal, tetapi bagian dari strategi besar membangun ekosistem perbankan daerah yang adaptif terhadap perubahan industri jasa keuangan.

“Kehadiran kami dalam forum ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mendukung penguatan sektor perbankan daerah, memperluas kolaborasi antar lembaga keuangan, serta mendorong peningkatan pelayanan dan pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Melki.

Menurutnya, sinergi antara Bank NTT dan Bank Jatim akan membuka ruang percepatan transformasi kelembagaan, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, hingga ekspansi bisnis yang lebih kompetitif.

Baca Juga  Jejak Transaksi Dana BOS SMKN 5 Kupang

“Sinergi KUB ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Bank NTT, baik dari sisi tata kelola, digitalisasi layanan, penguatan SDM, maupun ekspansi bisnis yang lebih sehat dan kompetitif,” katanya.

Melki juga menekankan bahwa dampak kerja sama tersebut harus dirasakan langsung masyarakat, terutama dalam memperkuat akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perikanan, hingga pariwisata yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi NTT.

Baca Juga  SOKSI NTT Bawa Isu Ekonomi Rakyat dan Budaya Lokal ke Panggung Nasional

Sejak penandatanganan Shareholder Agreement pada akhir 2024, hubungan antara Bank NTT dan Bank Jatim terus diperkuat melalui berbagai kerja sama bisnis dan operasional. Bahkan, Bank Jatim telah merealisasikan penyertaan modal sebagai bagian dari pembentukan struktur KUB dan penguatan modal inti Bank NTT.

Dalam rapat kerja tahunan tersebut, sejumlah agenda strategis turut dibahas, mulai dari audit internal, tata kelola perusahaan, penguatan treasury, teknologi informasi, human capital, hingga sinkronisasi strategi bisnis antaranggota KUB.

Forum itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, para kepala daerah anggota KUB, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan wilayah Jawa Timur, serta jajaran direksi dan komisaris bank anggota KUB lainnya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap sinergi antardaerah melalui KUB mampu menjadi motor percepatan transformasi bank pembangunan daerah agar semakin inklusif, profesional, dan mampu menopang pembangunan ekonomi berkelanjutan di tengah ekspansi layanan keuangan digital nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!