WhatsApp Channel Banner

Job Fair NTT Jadi Agenda Rutin, Gubernur Melki Target Tekan Pengangguran

waktu baca 4 menit
Jumat, 22 Mei 2026 11:38 82 Times NTT

Kupang, TimesNTT.com – Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menjadikan Bursa Kerja (Job Fair) sebagai program rutin setiap tiga bulan yang digelar bergilir di berbagai wilayah NTT guna memperluas akses kerja dan menekan angka pengangguran terbuka di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Melki saat membuka kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) dan Rapat Kerja Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT di Gedung Olahraga Oepoi, Kupang, Jumat (22/5/2026). Dalam kegiatan itu, sebanyak 61 perusahaan membuka 10.302 lowongan kerja untuk penempatan di dalam NTT, luar daerah, hingga luar negeri.

Melki menegaskan job fair bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah konkret mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

“Job fair ini menjadi bentuk konkret hubungan yang baik antara pengusaha dan pekerja. Kalau hubungan industrialnya sehat, perusahaan mau membuka ruang seperti ini dan masyarakat punya akses mendapatkan pekerjaan,” kata Melki.

Ia meminta seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, perusahaan, asosiasi pengusaha, serikat pekerja hingga masyarakat turut menyebarluaskan informasi lowongan kerja agar lebih banyak pencari kerja datang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Menurut Melki, jumlah pendaftar pada hari pertama masih tergolong rendah dibanding total lowongan yang tersedia.

Baca Juga  Siap Dilantik, Berikut Daftar Nama Pengurus PMI Kota Kupang Masa Bakti 2025-2030

“Saya minta mulai malam ini semua gerakkan media sosial, Facebook, Instagram, TikTok, ajak semua pencari kerja datang besok. Ada lebih dari 10 ribu lowongan kerja, jangan sampai lowongan lebih banyak daripada orang yang datang melamar,” ujarnya.

Bahkan, Melki menargetkan sedikitnya 10 ribu pencari kerja hadir pada hari kedua pelaksanaan job fair.

“Saya sendiri targetkan membawa seribu orang besok. Semua pihak harus ikut bergerak supaya tempat ini penuh oleh anak-anak NTT yang membutuhkan pekerjaan,” katanya.

Ia menambahkan Pemprov NTT telah memutuskan job fair akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan dan berpindah-pindah lokasi di berbagai wilayah NTT, termasuk Flores dan Sumba, agar akses informasi kerja semakin merata.

“Ini kegiatan konkret membantu rakyat. Karena itu saya putuskan job fair dilaksanakan tiga bulan sekali dan berpindah-pindah tempat,” tegasnya.

Dalam arahannya, Melki juga mengungkapkan kebutuhan tenaga kerja di NTT diperkirakan terus meningkat seiring masuknya investasi dan program pembangunan di berbagai sektor.

Ia menyebut investasi garam di Kabupaten Rote Ndao diproyeksikan membutuhkan sekitar 26 ribu tenaga kerja saat beroperasi penuh. Selain itu, investasi tambak udang vaname di wilayah Sumba juga diperkirakan menyerap ribuan pekerja.

Belum lagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan membutuhkan ratusan dapur layanan di NTT.

“Satu dapur bisa membutuhkan sekitar 50 pekerja. Kalau nanti ada 600 dapur, kebutuhan tenaga kerja bisa mencapai puluhan ribu orang,” katanya.

Baca Juga  RUPS LB Jamkrida NTT Sepakati Pemberhentian Pejabat yang Tersangkut Masalah Hukum

Melki juga menyoroti tingginya permintaan tenaga kerja asal NTT di berbagai daerah maupun luar negeri karena dikenal pekerja keras, jujur, loyal, dan mudah beradaptasi.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman budaya bagi pekerja sebelum ditempatkan di luar daerah maupun luar negeri.

“Kalau bekerja di luar daerah atau luar negeri, kemampuan teknis harus kuat dan budaya setempat juga harus dipahami supaya tidak menimbulkan masalah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Melki turut menegaskan komitmen Pemprov NTT membangun sistem penempatan pekerja migran yang terpusat di Kupang guna meminimalkan praktik perdagangan orang dan percaloan tenaga kerja.

“Saya minta seluruh proses pekerja migran diselesaikan di NTT. Jangan lagi harus lewat Surabaya, Batam, atau Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT Yosef Rasi mengatakan job fair tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kerja dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Dari total 10.302 lowongan kerja yang tersedia, sebanyak 5.371 lowongan berasal dari perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia, 4.344 lowongan untuk penempatan antar daerah, dan 577 lowongan dari perusahaan dalam NTT.

Namun hingga hari pertama pelaksanaan, jumlah pendaftar baru mencapai sekitar 1.390 orang.

“Kalau sampai besok tidak mencapai lima ribu pendaftar, berarti ada masalah dalam penyebaran informasi kepada masyarakat dan itu menjadi evaluasi kami,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!