WhatsApp Channel Banner

Pasokan BBM Kupang Mulai Normal, Pertamina Salurkan 6 Juta Liter

waktu baca 3 menit
Selasa, 13 Okt 2026 04:34 0 76 Times NTT

KUPANG, Timesntt.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PT Pertamina Patra Niaga mempercepat pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul keterlambatan pengiriman yang sempat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Viktor Manek, mengatakan kapal pengangkut BBM telah tiba di Fuel Terminal (FT) Tenau, Kupang, pada Sabtu (10/10/2026) dengan membawa 6 juta liter BBM.

Setelah proses pembongkaran selesai, penyaluran BBM langsung dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan SPBU di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Viktor menjelaskan, gangguan pasokan dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan alokasi BBM dari Kilang Balikpapan yang berdampak pada jadwal pengiriman ke NTT.

Untuk mempercepat pemulihan, pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 384.000 liter Pertalite disalurkan ke wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS.

Selanjutnya, pada Senin (12/10/2026), sebanyak 248.000 liter Pertalite kembali disalurkan secara khusus untuk memperkuat persediaan di 15 SPBU di Kota Kupang.

Menurut Viktor, seluruh 15 SPBU di Kota Kupang yang menjual Pertalite saat ini telah kembali beroperasi normal. Pemerintah bersama Pertamina juga terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan pasokan mencukupi dan antrean kendaraan dapat terurai.

Baca Juga  Jawaban Anggota DPRD NTT Debora Lende Soal Tudingan Dugaan Korupsi Dana BOS

“Pemantauan stok dan distribusi terus kami lakukan bersama pihak terkait. Kita ingin memastikan kesinambungan pasokan tetap terjaga karena BBM sangat dibutuhkan masyarakat untuk transportasi, kegiatan usaha, dan aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Distribusi ke TTU Diperkuat

Selain memulihkan pasokan di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS, pemerintah bersama Pertamina juga memperkuat distribusi BBM ke Kabupaten TTU.

Wilayah tersebut menghadapi kendala pengiriman akibat keterlambatan kapal menuju Fuel Terminal Atapupu. Sebagai langkah antisipasi, pasokan dialihkan dari FT Tenau, Kupang, dengan dukungan mobil tangki tambahan sesuai kebutuhan.

Skema tersebut dilakukan agar pasokan BBM ke SPBU di TTU tetap terjaga tanpa sepenuhnya bergantung pada jadwal kedatangan kapal di FT Atapupu.

Viktor mengatakan pemantauan stok dan distribusi, termasuk jadwal kedatangan kapal berikutnya, akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Baca Juga  Wali Kota Christian Widodo Perintahkan Satpol PP memantau Antrean BBM di Kupang Pasca Normalnya Distribusi dari Pertamina

Ia juga memastikan BBM nonsubsidi sejauh ini tidak mengalami kendala, baik dari sisi ketersediaan stok maupun penyaluran.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Sementara itu, Sales Manager Pertamina NTT, Muhammad Ali, mengatakan keterlambatan kedatangan kapal mengharuskan Pertamina menyesuaikan jadwal penyaluran BBM.

Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk mengoptimalkan penyaluran pada hari Minggu.

Berdasarkan data yang disampaikan Pertamina, persediaan BBM di NTT meliputi avtur sebanyak 2.017 kiloliter (KL), minyak tanah 2.182 KL, Pertalite 15.928 KL, Pertamax 2.182 KL, Biosolar 6.278 KL, dan Pertamina Dex 1.606 KL.

Secara umum, pemerintah menyatakan ketersediaan stok dan penyaluran BBM serta LPG di NTT masih dalam kondisi aman.

Pemprov NTT bersama Pertamina akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi di seluruh wilayah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi berjalan lancar.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Warga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan pasokan melalui sumber resmi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!